

Perubahan paling kentara pada PDAphone ini ada di keyboard, yaitu deretan tombol pintas di baris paling bawah. Berturut-turut dari kiri ke kanan adalah tombol Calendar (gambar kalender), Contacts (telepon), Windows Media (nada), Camera (kamera), dan Voice Recognition (corong suara). Kabarnya ini berdasarkan survei mengenai aplikasi apa yang paling banyak dipakai di PDAPhone.
Tombol pintas lainnya berada persis di bawah layar: tombol Internet Explorer (gambar bola dunia) di ujung kiri dan tombol Messaging (amplop) di kanan; keduanya mengapit tombol menu kiri-kanan. Ini berbeda dengan MotoQ yang di bawah layar hanya ada 2 tombol; menu kiri dan kanan. Namun deret berikutnya sama : Tombol Home dan Clear mengapit navigasi; serta tombol Call dan End Call di kedua ujung. Navigasi hanya berfungsi untuk mengarahkan menu.
Satu hal yang cukup menarik adalah adanya sensor cahaya yang otomatis mengatur tingkat Backlight layar (dan keyboard) sesuai kondisi lingkungan. Ini bisa diaktifkan dari setting Smart Backlight di Power Management. Selanjutnya, layar dan keyboard akan menyala lebih terang ketika peranti digunakan pada suasana remang-remang atau gelap. Pada akhirnya, ini lumayan membantu menghemat daya batere.
Perhatikan, meskipun berjalan di jaringan 3,5G, peranti ini tidak dapat kita pakai untuk ber-video call. Seri satu ini agaknya dikonsentrasikan untuk komunikasi data. Namun anehnya, Wi-Fi dihilangkan dari MotoQ 9h.
Kapasitas memori internal relatif besar, dan masih bisa digenjot lagi dengan MicroSD yang slotnya bisa ditemukan di kiri atas bodi, agak ke belakang. Port USB micro di bawah digunakan untuk colokan headset, kabel data maupun kabel charger. Bluetooth mendukung A2DP dan AVRCP sehingga kita dapat mendengarkan audio (entah itu musik, atau percakapan telepon) dengan jernih dari headset Bluetooth.
Di sisi sistem, Motorola menyebutkan ada penambahan default untuk mailbox e-mail selain Hotmail. Pada unit demo yang kami terima kebetulan hanya ada Yahoo. Motorola mengatakan pada unit massal akan ada pula AOL, Gmail, dan lain-lain. Dalam peranti juga ditambahkan McAfee VirusScan dan Yahoo Go.
Voice Recognition bisa dipakai untuk memerintahkan peranti menjalankan suatu aplikasi hanya dengan perintah suara. Misalnya menelepon seseorang hanya dengan menyebutkan namanya. Sementara Encryption juga bisa mengenkripsi file yang disimpan dalam kartu memori tambahan.
Sebagai peranti berbasis Windows Mobile 6, tentunya dukungan untuk keperluan enterprise makin banyak. Misalnya, data Contacts yang baru dibuat bisa disetel sebagai Outlook Contact. ActiveSync juga mudah melakukan sinkronisasi dengan server berbasis Microsoft Exchange.
Secara keseluruhan, rasanya tak ada perkembangan signifikan pada MotoQ 9h dibandingkan MotoQ. Yang mengherankan, fasilitas Wi-Fi justru dipreteli dari perangkat ini. Namun dengan keyboard dan layar luas, tombol pintas yang memudahkan, dan aplikasi berkelas, membuat MotoQ 9h layak dilirik pebisnis serius.
PLUS: Keyboard luas; mendukung HSDPA; dilengkapi sensor backlight.
Jaringan | GSM quadband, UMTS 2100, HSDPA |
Sistem operasi | Windows Mobile 6 Standard |
Prosesor | TI OMAP 2420 |
Memori | Flash ROM 256MB, RAM 96MB |
Memori tambahan | MicroSD (dukung sampai 2GB) |
Bentuk | Bar |
Dimensi | 11,8x6,7x1,18 cm |
Bobot | 125 gram |
Batere | Li-ion 3.7V seri BT60 |
Waktu siaga | sampai 480 jam |
Waktu bicara | sampai 260 menit |
Layar | 2,4”, TFT, 320x240 pixel, 65 ribu warna |
Konektivitas antar peranti | kabel data, Bluetooth (dukung A2DP, AVRCP) |
Konektivitas internet | GPRS, EDGE, 3,5G |
Kamera | 2.0MP |
Aplikasi | Yahoo Go, Opera, Voice Notes, Internet Connection Sharing, McAfee VirusScan, Documents To Go; Master Clear, Master Reset, Memory Manager, BT PC Remote |
Isi paket | Charger, headset, manual |
Garansi | 1 tahun |
Situs Web | www.motorola.com |
