

JAKARTA, SENIN - Baru-baru ini melalui distributornya di Indonesia PT Datascrip, Canon memperkenalkan 12 camcorder baru. Ada yang ditujukan pada kalangan profesional, ada yang untuk hobiis, dan ada juga yang untuk pemula. Rentang harganya bervariasi cukup lebar, tergantung pada fitur yang diusung, dimulai dari US$ 295 sampai US$ 1425.
Kehadiran ke-12 camcorder itu diharapkan bisa mengatrol peringkat merek Canon satu tingkat dalam tangga lima besar penguasa pasar camcorder di tanah air. “Tahun 2007, posisi Canon di paling akhir. Jadi di posisi no. 5,” ungkap Merry Harun (Canon Division Manager, PT Datascrip).
“Tahun 2008 harus bisa di posisi no. 4,” tukas Merry tentang target Canon. Ia memperkirakan pasar camcorder tahun ini berkisar pada angka 108 ribu unit.
Mengandalkan seri MD200 (MD265/245/225) dan DC300 (DC330/320/310) sebagai produk primadona, -- yang masing-masing menggunakan media rekam miniDV dan keping DVD, dengan dukungan fitur Advance Zoom 45x -- Merry memperkirakan seluruh jajaran camcorder Canon bisa menguasai 7,5% dari pangsa pasar, atau total 8000 unit camcorder.
“Kami juga akan mengkomunikasikan media rekam flash memory dengan berbagai keunggulannya agar lebih cepat diterima masyarakat,” tambah Merry. Untuk tipe memori flash ini, Canon menyediakan lima tipe: FS 10, FS11, dan FS100 yang dual-flash memory alias menggunakan kartu memori dan memori internal berbasis flash, serta HF10 dan HF100 yang hanya menggunakan kartu memori SD/SDHC.
Sementara itu pasar camcorder tipe High Definition diperkirakan masih terus berkembang. “Walaupun pasarnya belum terlalu besar, kita berharap bisa memimpin di ceruk pasar ini dengan menawarkan camcorder yang memiliki teknologi dan fitur terbaik di kelasnya, baik pada HV30 maupun seri HF (HF10/100),” tegas Merry.
