Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Agar tidak Bangkrut, AMD harus Kerja Keras
Rabu, 7 Mei 2008 | 10:01 WIB
|
Share:
  

JAKARTA, RABU - Dalam gugatan antitrust Intel melawan AMD, terungkap bahwa jika ingin bertahan hidup AMD harus melipatgandakan pangsa pasar mikroprosesornya. Padahal sampai akhir tahun 2007, pasar AMD baru 13%, atau – begitu tercantum dalam brief pengacara AMD tersebut --kurang dari setengah dari apa yang seharusnya dimiliki agar bisa beroperasi dalam jangka panjang.

"Jika diukur berdasarkan revenue share, kemajuan AMD dalam mengembangkan potongan kuenya sangat kecil," tertulis dalam brief tersebut seperti dilansir IDGNS.

Diargumentasikan bahwa ulah anti-kompetitif Intel telah begitu mencederai AMD sehingga masa depannya terancam menjadi krusial dalam klaim perusahaan untuk mendapat ganti rugi. Sayangnya klaim itu juga semakin membuat ketakutan pelanggan korporat yang sudah kuatir dengan masalah keuangan AMD.

Ditundanya rilis prosesor Quad-Core Opteron serta utang jangka-panjang AMD yang bertumpuk juga bisa membuat para CIO (Chief Information Officer) mempertimbangkan komputer yang berbasikan prosesor Intel, bukan AMD. "Mereka akan melangkah ke arah lain," kata Rajnish Arora (Director of enterprise server and workstation research, IDC Asia-Pacific).


Ketika Calon Dokter Jadi Pengusaha Start-up Digital

Di balik aplikasi SpotDokter...

KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved