

Kesederhanaan adalah tema yang diusung Canon pada camcorder DC310 ini. Lihat saja fisiknya yang nyaris bersih dari tombol. Tombol-tombol pengendali yang tidak banyak itu dipusatkan di bagian atas unit dan sisi kanan.
Begitu dikeluarkan dari kardusnya, camcorder bisa langsung dipakai. Cara menggunakannya mudah, tidak perlu buka-buka buku manual. Pertama-tama, tentu saja pasang batere yang sudah diisi dayanya ke bagian belakang unit. Lalu geser slider penutup lensa di bagian depan ke arah bawah terlebih dulu. Setelah itu, kembangkan layar LCD-nya. Berikutnya, geser switch di sisi kanan ke arah On.
Jangan lupa masukkan mini DVD yang sesuai ke slot di sisi kanan. Untuk membuka slot tersebut, geser slider berlabelkan Disc Cover pada bagian belakang unit ke arah Open dan tunggu sampai pintunya membuka. Baringkan camcorder di sisi kiri, lalu angkat pintu mini DVD, dan masukkan keping tersebut. Tekan dengan mantap, dan tutup pintu mini DVD. Tunggu sampai DVD siap dipakai. Jika perlu, formatlah DVD tersebut di dalam camcorder (tersedia dalam menu). Nah siap sudah!
Layaknya semua camcorder, DC310 ini cukup dioperasikan dengan satu tangan, yakni tangan kanan. Ukurannya yang tidak terlalu besar membuatnya pas saat disangga tangan kanan. Juga tidak terasa berat. Mereka yang bertangan kidal juga harus memegang dan mengoperasikannya di tangan kanan karena handstrap tidak bisa di pindah letaknya. Selain itu sisi kiri unit adalah tempat layar LCD 2,7" yang sudah mendukung resolusi 16:9. Setelah mengencangkan handstrap, kendalikanlah camcorder ini dengan jari-jari tangan kanan Anda.
Semua tombol kendali pas dalam jangkauan jari telunjuk, jari tengah dan ibu jari Anda saat camcorder Anda pegang. Untuk zoom (in/out), tinggal mendorong/tarik tuas zoom dengan telunjuk. Menggunakan jari tengah juga boleh. Lalu gunakan jari telunjuk untuk memindahkan switch dari moda video ke image saat akan mengabadikan image diam ke kartu memori (jangan lupa masukkan kartu memori SD/SDHC/MMC ke slot di bagian bawah unit). Ketika ingin merekam (video/image), tekankan saja ibu jari Anda ke tombol putih pipih yang ada di belakang unit.
Yang agak sulit dijangkau -- karena harus menekuk ibu jari -- justru switch On/Off. Namun ini bukan masalah besar. Sebab kita memang tidak perlu sering-sering memati/nyalakan camcorder ini demi menghemat daya batere Li-Ion-nya, kecuali memang ingin benar-benar mematikan camcorder.
Canon dengan cerdik telah menambahkan tombol Quick Start yang bisa membantu menghemat usia batere tersebut. Tombol ini diletakkan di panel belakang, tepat di atas switch Disc Cover, dan dengan nyaman bisa dijangkau oleh telunjuk. Jika ditekan, tombol Quick Start akan mematikan sementara camcorder -- mirip fungsi Standby pada komputer. Saat ingin merekam kembali, tinggal tekan lagi tombol Quick Start, dan dalam hitungan kurang dari dua detik, camcorder sudah siap merekam lagi.
Kendati sederhana dan mudah dioperasikan, bukan berarti DC310 miskin pengaturan. Benar, ada moda Easy yang mengaturkan segala sesuatunya, sehingga kita tinggal pakai, alias mulai merekam. Moda Easy ini cocok jika kita masih pemula dalam urusan mengoperasikan camcorder, atau enggan mengatur apa pun. Dengan moda Easy, kita tidak perlu repot mengatur white balance, image effect, dan digital effect. Yang perlu diperhatikan hanya dua: kualitas rekaman
(XP – high quality/21 menit, SP - standard play/31 menit, LP – long play/63 menit), dan apakah akan mengaktifkan LCD di ruangan yang temaram. Yang kedua pun tidak perlu terlalu diperhatikan jika kita merekam di pagi hari dan di luar ruangan.
Namun jika sudah lebih mahir, kita bisa menyetel beberapa hal sendiri dengan terlebih dulu menggeser switch ke huruf P. Jika ini dipilih, lalu kita menekan tombol Func, akan muncul menu pilihan lebih lanjut, seperti white balance (auto, daylight, tungsten, set), image effect (off, vivid, neutral, soft skin detail), digital effect (off, fade, wipe, black-white, sepia, art, mosaic), dan kualitas rekaman (XP, SP, LP).
Di moda P ini kita juga bisa menentukan apakah akan memanfaatkan setting Scene (SCN) yang sudah disediakan Canon. Setting SCN yang tersedia meliputi beach, sports, portrait, night, snow, beach, sunset, spotlight, dan fireworks.
Pengaturan lebih lanjut pada moda Easy maupun P harus dilakukan dengan bantuan tiga tombol yang ada pada pinggir kiri layar LCD. Tombol pertama (paling atas) adalah tombol 4-arah, alias joystick. Bisa didorong ke atas, bawah, kiri, kanan, atau ditekan. Fungsinya seperti mouse/joystick.
Tombol kedua - dilabeli Func - berfungsi memunculkan Menu. Dari sinilah kita dapat melakukan berbagai pengaturan, termasuk white balance. Pada Camera Setup misalnya, kita bisa mengatur tipe zoom yang akan diterapkan, kecepatan zoom, dan apakah akan mengaktifkan self timer. Pilihan kecepatan zoom sendiri dibagi empat: Variable, Speed 3, Speed 2, dan Speed 1. Sedangkan tipe zoom dibedakan atas zoom optical 37x, advanced 41x, dan digital 2000x.
Selain Camera Setup, pilihan pengaturan lainnya terdiri dari Disc Operations (disc info, initialize disc, finalize, unfinalize, delete all movies, disc titles), Date/Time Setup, System Setup (mengatur volume speaker, tipe TV, bunyi bip, dan Power Save), dan Display Setup (brightness, data code, languange).
Tombol paling bawah diberi label Disp, singkatan dari displai. Fungsinya seperti namanya, yakni menampilkan/mematikan displai.
O ya, tidak perlu melepaskan tangan kanan yang sedang memegang camcorder saat akan melakukan pengaturan-pengaturan di atas. Gunakan saja tangan kiri Anda. Jadi sambil tangan kanan tetap memegang camcorder, biarkan ibu jari tangan kiri Anda bermain, bergantian menekan-nekan joystick dan tombol Func pada layar LCD.
Selain untuk merekam video, camcorder ini dapat difungsikan sebagai kamera digital. Untuk mengubahnya menjadi kamera digital, geser switch di bagian atas unit ke arah depan, atau ke gambar kamera.
Moda pengoperasian DC310 sebagai kamera digital sama dengan saat berfungsi sebagai camcorder, yani moda Easy dan P. Pada moda Easy, tidak ada yang bisa dipilih kecuali kualitas image (L - 1024x768 dan S - 640x480) dan LCD Light On.
Sedangkan pada moda P, kita bisa menyesuaikan white balance, mengaktifkan efek image (vivid, neutral, soft skin), dan digital effect (off, black-white, sepia). Seperti saat dioperasikan sebagai camcorder, pada moda P kita boleh memilih antara menggunakan Program AE, Shutter Priority AE, atau memanfaatkan scene yang tersedia. Pilihan scene (SCN) yang ada pun sama persis: portrait, sports, sunset, night, snow, beach, spotlight, dan fireworks.
Hasil bidikan kamera cukup baik. Tajam dengan warna-warna yang cukup akurat. Jika menggunakan kartu SDHC berkapasitas 8GB, kita akan sangat puas membidik image diam. Dalam percobaan, kami memasukkan kartu SDHC A-Data Class 6 8GB, di layarnya diinformasikan bahwa pada resolusi tertinggi (1024x768) kami bisa merekam 99999 image.
Saat memotret, kita bisa menggunakan viewfinder atau layar LCD sebagai pemantau image. Jika memilih yang pertama, sesaat setelah image dipotret, di layar viewfinder akan muncul histogram. Namun jika memilih untuk menggunakan layar LCD – bukan viewfinder – informasi histogram akan muncul di layar LCD.
Pada moda Easy maupun P sebagai camcorder maupun kamera digital tersedia fitur LCD Light On. Ini menarik. Jika diaktifkan, seluruh panel LCD akan berwarna putih terang. Fungsinya adalah menambah cahaya pada ruang yang temaram, alias menjadi pengganti lampu (video) tambahan. Cara mengaktifkannya mudah, tinggal tekan Set, lalu putar LCD ke arah subjek yang akan direkam, dan gunakan viewfinder sebagai tempat mengintip subjek.
Viewfinder-nya terang, dan menampilkan icon informasi di sisi kiri. Yang menyenangkan, khususnya bagi mereka yang berkacamata, di bagian bawah viewfinder terdapat pengatur dioptri.
Viewfinder dan LCD tidak bisa digunakan bersamaan. Jika layar LCD ditutup, viewfinder otomatis akan aktif. Sebaliknya, jika layar LCD dikembangkan (kecuali jika Light On diaktifkan), viewfinder otomatis dimatikan.
Dalam percobaan kami, fitur LCD Light On ini memang berhasil menambah cahaya subjek yang direkam di luar ruangan pada malam hari. Namun hasil rekaman terlihat kurang maksimal, masih noisy.
Yang juga menarik di DC310 adalah kemampuannya untuk memperpanjang rentang zoom optikal yang 'hanya' 37x menjadi 41x. Di sini Canon dengan cerdik menggunakan teknik ala cropping, dengan meniadakan wilayah yang tidak diperlukan, dan bukan menggunakan interpolasi yang bisa mengurangi kualitas. Karena itu hasil perpanjangan zoom yang disebut Canon sebagai Advanced Zoom ini disebutkan tidak akan mengurangi kualitas.
Pemilihan Advanced Zoom 41x ini harus dipadukan dengan pengaktifkan Image Stabilizer. Pun ketika fitur ini sudah diaktifkan, dalam percobaan kami, goncangan masih terasa cukup kuat. Karena itu saran kami, jika tidak benar-benar perlu, jangan maksimalkan penggunaan zoom sampai 41x. Lebih baik mendekatlah ke subjek. Atau gunakan tripod untuk membantu meminimalisir efek guncangan. Dudukan tripod tersedia di bagian bawah unit, dekat slot kartu memori yang berpenutup karet.
Hasil rekaman video bisa ditonton langsung di layar LCD camcorder ini. Tinggal geser switch On/Off ke arah atas, dan pilih klip mana dari thumbnail yang muncul di layar LCD yang akan diputar ulang.
Selain dinikmati langsung dari layar LCD-nya, klip video juga bisa ditayangkan ke pesawat TV. Untuk ini sudah disediakan sebuah kabel AV. Koneksikan kabel tersebut ke port berwarna kuning yang ada di bagian dalam kompartemen LCD. Tidak tersedia port USB di sini.
Sementara itu hasil rekaman image diam, alias foto, DC310 juga bisa dicek dengan cara yang sama: langsung di layar LCD camcorder atau dengan meminjam layar pesawat TV. Atau – karena disimpan di kartu memori SD – bisa juga ditransfer ke harddisk komputer, atau alat lain.
Dengan segala kemudahan dan kesederhanaannya, khususnya moda Easy, Canon DC310 ini sangat cocok bagi pengguna pemula. Kualitas suara, termasuk suara sekitar, yang terekam bersama video cukup jelas, kuat, karena letak mikropon yang berada di bagian bawah lensa. Satu hal yang sangat kami sayangkan, viewfinder-nya yang sudah dilengkapi pengatur dioptri itu bersifat fixed, alias tidak bisa diangkat atau diputar-putar.
PLUS: Pengoperasian simpel; fasilitas Advanced Zoom 41X; tombol QuickStart; fungsi lampu video; pengatur dioptri.
MINUS: Handstrap kurang nyaman; posisi jack DC in agak janggal; viewfinder tidak bisa diputar.
SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Fasilitas: 4
Penggunaan: 4,5
SKOR TOTAL: 4,06
Resolusi pixel | CCD 800.000 pixel |
Resolusi foto (min/max) | 640x480/1024x768 |
Resolusi video (min/max) | Tidak disebutkan |
Tipe koneksi | AV |
Format video | MPEG2 |
Format foto | JPEG |
Format audio | Tidak disebutkan |
Media perekaman | Mini DVD (DVD-R/R DL/RW), SD/SDHC/MMC Memory |
Ukuran lensa ekivalen-35mm (mm) | 2,6 – 96,2 |
Setting aperture (wide/tele) | F/2.0 – 5.2 |
Zoom | 37X optical (Advanced Zoom 41X); 2000X digital |
Kecepatan shutter (detik) | Tidak disebutkan |
Fokus terdekat terbaik (makro) | 1cm |
Diagonal LCD | 2,7” TFT color wide screen, 112.000 pixel |
Viewfinder | 0,35” TFT color wide screen, 114.000 pixel |
Tipe batere/isi ulang | Lithium-Ion/ya |
Batere charger | Ada |
Dimensi (plt) | 6,6x9x12,6 cm |
Bobot tanpa batere/memori | 380 gram |
Kelengkapan lain | Instruction Manual |
Adaptor + kabel daya | |
Kabel AV | |
Batere Li-ion 7,4V 720mAh | |
Garansi | 1 tahun |
Situs Web | www.canon.com |
Harga kisaran* | US$ 410 |
* Datascrip, (021) 654-4515.
