Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Tender Wimax Setelah Uji Coba 3-6 Bulan
Senin, 19 Mei 2008 | 23:51 WIB
|
Share:
Dok XL
Dirjen Postel Basuki Iskandar (depan kiri berkacamata) dan Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi (depan kanan) bersama para juri Indonesia Berprestasi Award (IBA) 2008 antara lain Adrie Subono, Ninok Leksono, dan Artika Sari Devi, sesaat sebelum peluncuran Program IBA dengan naik sepeda onthel di Jakarta, Senin (19/5).

JAKARTA, SENIN - Pemerintah akan menggelar tender Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) menjelang akhir tahun ini. Namun, sebelum tender akan dilakukan proses ujicoba Wimax akan mulai digelar akhir Mei 2008 seiring dengan Hari Kebangkitan Nasional.

"Tender akan digelar pada kuartal keempat 2008, dan sejauh ini peminatnya cukup banyak," kata Dirjen Postel, Basuki Yusuf Iskandar, usai menghadiri "Indonesia Berprestasi Award XL", di Jakarta, Senin (18/5). Basuki menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan ujicoba teknologi Wimax bekerjasama dengan perusahaan yang menjadi penyedia teknologi tersebut.

Menurut dia, tender akan diterapkan dengan cara terbuka, namun terlebih dahulu pemerintah akan melihat dan mengevaluasi beberapa hal. Antara lain kesiapan produk lokal yang meliputi antena, chipset, desain, dan beberapa infrastruktur lainnya yang masuk dalam lima komponen infrastruktur dasar.

"Kita harus melihat wimax ini secara komprehensif. Dalam konteks ini, resources dikuasai oleh kita, jadi kita yang menentukan siapa saja yang bisa ikut tender. Yang penting wajib memakai produk lokal," tegas Basuki. "Setelah ujicoba akan dilakukan evaluasi untuk mencari tahu sejauh mana interoperabilitas Wimax dengan jaringan telekomunikasi yang sudah ada di Indonesia termasuk menetapkan bisnis modelnya."

Wimax adalah akses nirkabel berkecapatan tinggi yang memungkinkan transfer data hingga 80 Megabite per detik (Mbps), jauh lebih cepat dari layanan internet berbasis layanan seluler generasi ke tiga (3G) yang hanya sekitar 2,4 Mbps. Dalam ujicoba Wimax tersebut pemerintah mengacu pada teknologi standar IEEE 802.16e, pada spektrum frekuensi 2,3 GHz.

"Perusahaan penyedia perangkat Wimax yang ikut ujicoba makin banyak. Namun, kami memiliki penilaian akhir sampai benar-benar Wimax tersebut bisa digelar," ujarnya. Menurut Basuki, bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan melakukan kajian terhadap frekuensi Wimax dengan batas waktu ujicoba selama tiga hingga enam bulan.

Beberapa perusahaan yang sudah melakukan ujicoba layanan Wimax adalah Indonesian Tower, selain itu, perusahaan produsen perangkat Wimax dari India, Ordyn Tecnologies Pte Ltd juga telah berencana membangun pabrik chipset di Indonesia. Sementara perusahaan yang berminat untuk ikut tender, lanjut Basuki, di antaranya adalah operator telekomunikasi yang menyelenggarakan jaringan tetap dan tertutup. Operator telekomunikasi besar yang berminat menjadi penyelenggara Wimax, antara lain PT Telkom, PT Indosat, dan PT Excelcomindo Pratama (XL), yang dalam pelaksanaannya lisensi Wimax akan dibagi berdasarkan wilayah regional, bukan nasional.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh mengharapkan peluncuran Wimax dapat mendorong konektivitas jaringan semakin baik sehingga siap bila digunakan untuk program komputer murah bagi pendidikan.(ANT)



KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved