Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Busyet, Download 3 Video Ditagih Rp70 Juta
Selasa, 20 Mei 2008 | 23:07 WIB
|
Share:
Getty Images/Andreas Rentz
Ilustrasi: Seorang gadis memegang ponsel.

OXFORDSHIRE, SELASA - Kaget sekali Janet (46), seorang konsultan hukum properti di Oxfordshire, Inggris melihat tagihan teleponnya membengkak hingga Rp70 juta bulan ini. Tentu saja ia menolak membayar karena tak merasa menggunakan ponselnya secara berlebihan. Ia juga sudah membayar tarif flat untuk akses data tanpa batas sebesar 25 Euro atau sekitar Rp300 ribu sebulan menggunakan layanan 3G dari Vodafone.

Setelah ditelusuri, ternyata ongkos sebesar itu muncul karena tindakannya mengunduh (download) acara televisi the Apprentice menggunakan iPlayer BBC serta menonton dua acara politik The Andrew Marr Show dan This Week selama liburannya ke Villefranche di French Riviera yag terletak pesisir Laut Mediterania. Ia tak tahu bahwa tarif langganannya tidak termasuk mengakses Internet dari luar Inggris.

Padahal, untuk akses data dari luar Inggris, Yes Telecom yang merupakan anak perusahaan Vodafone menetapkan tarif 4,25 Euro atau sekitar Rp60.000 untuk setiap megabyte. Artinya, satu episode the Apprentice yang besarnya sekitar 600 megabyte harus dibayar Janet sebesar Rp36 juta.

"Saya menolak membayar sebab saat menerima kartu 3G, saya tidak diberi informasi apapun yang menyatakan bahwa harus membayar sejumlah uang jika mengunduh data dari luar negeri," ujarnya. Bahkan, ia sengaja menggunakan layanan tersebut untuk menghemat iaya akses data dari jaringan Wi-Fi hotel tempatnya menginap sebesar 15 euro sehari.

Kejadian ini semakin mendesak operator seluler untuk menurunkan biaya akses data. Viviane Reding, Komisi Informasi, Masyarakat, dan Media Komisi Eropa, telah memberi batas waktu kepada operator-operator seluler yang beroperasi di negara-negara untuk   menurunkan biaya khususnya skes data dan SMS dari luar negeri.

"Kami kira biaya roaming data masih terlalu tinggi," ujar seorang jurubicara Ofcom, lembaga pengamat telekomunikasi di Inggris. Selain itu, operator seharusnya memastikan agar pelanggannya tahu berapa besar tarif yang hars dikeluarkannya dalam kondisi yang berbeda-beda.

Pengecualian tarif atau sering dikenal sebagai aturan syarat dan ketentuan memang hal yang seringkali membingungkan masyarakat termasuk di Indonesia. Bukan tidak mungkin kasus yang dihadapi Janet juga dialami pelanggan seluler di Indonesia. Bagimana menurut Anda?



KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved