Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Jangan Percaya Satu Web Browser
Kamis, 12 Juni 2008 | 14:53 WIB
|
Share:
Tribun Batam/Iman Suryanto
Para siswa dari berbagai sekolah di batam mencoba jaringan internet secara langsung sekaligus mengikuti Game on line di Dataran Engku Putri Batam centre, Kamis(31/1). Pada saat yang sama juga di lakukan peluncuran taman internet.

Laporan wartawan Kompas.com Tri Wahono

JAKARTA, KAMIS - Maraknya kejahatan di dunia maya harus diterima sebagai suatu kenayataan. Meski metode keamanan terus diperkuat, teknik serangan juga semakin canggih. Hanya kesadaran pengguna internet untuk selalu waspada dan hati-hati agar risiko terkena serangan kecil.  

 

"Its a jungle. Semua bisa saja terjadi. Nggak mungkin cuma mengandalkan firewall, antiphising, dan lainnya," ujar Anselmus Ricky, pengamat keamanan internet yang sering dikenal dengan nama Thor. Hal tersebut disampaikannya dalam seminar HackersDay yang digelar Majalah Infokomputer di arena ICS dan FKI, Kamis (12/6).  

 

Sebab, serangan yang marak dilakukan saat ini tidak hanya membahayakan pemilik web, namun semua orang yang berkunjung ke web yang telah diserang. Apalagi, serangan biasanya dilakukan dengan menyusupkan kode atau script jahat yang akan mencuri data pengunjung tanpa disadari.      

 

Ia mengatakan, pengunjung internet harus dapat memproteksi diri. Serangan yang seperti itu hanya dapat ditangkal dengan kesadaran penguna terhadap pentingnya keamanan di internet.   

 

"Patch harus terus di-update," ujarnya. Patch atau tambalan lubang keamanan biasanya dikeluarkan pengembang software untuk mengatasi ancaman terbaru yang dapat terjadi setiap saat.  

 

Pengguna juga disarankan tidak hanya menggunakan satu web browser saja, karena serangan ke Internet Explorer belum tentu juga ampuh ke Firefox atau Safari. Dengan sering berganti browser risiko terserang akan semakin kecil.



KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved