Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Intel Permanis Classmate PC dengan "Gula"
Kamis, 19 Juni 2008 | 12:24 WIB
|
Share:
Kristanto Purnomo
Sejumlah siswa SDN Gunung 05 Mexico, Jakarta Selatan mencoba Classmate PC (CMPC) yang dibagikan oleh Intel, Kamis (15/5). Sebanyak 50 buah CMPC dari Intel didonasikan kepada SDN Gunung 05 Mexico karena terpilih menjadi pilot project program One on One E-Learning dari Intel. One on One E-Learning merupakan teknologi yang digunakan untuk menciptakan hubungan one-on-one antara pelajar dan lingkungan pembelajaran mereka.

JAKARTA, KAMIS - Meski telah mengundurkan diri dari konsorsium OLPC  (One Laptop Per Child) yang mengembangkan XO Machine, laptop murah untuk anak-anak miskin, Intel akan mengadopsi fitur laptop tersebut. Classmate PC yang disiapkan sendiri oleh Intel akan menggunakan user interface bernama Sugar (gula dalam Bahasa Indonesia) yang telah dipakai XO Machine.

"Sukarelawan di komunitas sedang bekerja sama dengan Intel untuk memasukkan Sugar ke Classmate PC. Sugar Labs membantu melancarkan kerja sama tersebut," ujar Walter Bender, pendiri Sugar Labs dan mantan presiden software dan konten OLPC.

Kerja sama tersebut dimulai hanya enam bulan sejak Intel keluar dari konsorsium OLPC karena menolak penutupan program Classmate PC dan hanya mempromosikan XO Machine. Masuknya Sugar ke Classmate PC diprediksi akan mempercepat adopsi laptop buatan Intel tersebut. Selain sistem operasi, Sugar juga dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi pendidikan khusus untuk anak-anak.

Selain Intel, Sugar Labs juga menjalin kerja sama dengan vendor lainnya. Bender tidak bersedia menyebut dengan pihak mana saja. Namun, OLPC tetap menjadi prioritas terbesar yang didukung Sugar Labs.  

"OLPC tetap menjadi yang utama, namun tidak eksklusif, proyek yang mengalir terus. Kami terus bekerja sama erat dengan OLPC," ujar Bender. Di lain pihak, OLPC yang didirikan Nicholas Negroponte, profesor dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT), juga berencana menggunakan Windows XP selain Sugar pada XO Machine.

Keputusan OLPC untuk menggunakan software selain open source buatan Microsoft itulah yang menjadi alasan Bender meninggalkan posisinya di yayasan OLPC. Akibat mundurnya bos Sugar Labs dari OLPC, Nicholas Negroponte sempat mempertanyakan kelanjutan dukungan Sugar Labs dan mengajak para pengembang dan komunitas tidak lagi mendukung Sugar.

Sampai saat ini program OLPC memang tak semulus rencana, karena dari puluhan juta unit yang diharapkan, hanya ratusan ribu yang telah dipesan di seluruh dunia.

Sumber :
PCWorld


KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved