Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Handset Murah Dukung Layanan 3G CDMA
Selasa, 24 Juni 2008 | 16:05 WIB
|
Share:
Dok CDG
Nadia Diposandjoyo, VP Corporate Communication Bakrie Telecom; Eddy Sarwono, Vice President, Product Management PT Telkom; Ming Li, Vice President, Business Development, Asia Qualcomm; James Person, Chief Operating Officer CDG; Venkat Narayanaiah, Director, Business Development Alcatel Lucent; dan Ian Stamp, Director, Wireless Solutions, Asia South Pacific Nortel dalam acara Pan Asia Executive Roadshow di Jakarta, 24 Juni 2008.

JAKARTA, SELASA - Selama ini 3G selalu diidentikkan dengan teknologi WCDMA/UMTS yang dipakai operator GSM. Padahal teknologi CDMA2000 1X EVDO yang sudah dipakai sejumlah operator seluler juga sudah masuk dalam standar 3G.

"CDMA2000 sudah ditetapkan sebagai standar 3G oleh ITU (International Telecommunication Union) seperti UMTS yang digunakan para operator GSM," ujar Ming Li, Vice President Business Development Qualcomm Asia kepada pers di Jakarta, Selasa (24/6). Salah satu standar adalah kecepatan transfer data yang telah sanggup menembus 2,4 Mbps.

Namun, penetrasi layanan data di jaringan CDMA masih kalah jauh dengan 3G di jaringan GSM. Salah satu faktor yang menghambat adalah ketersediaan handset yang mendukung.

CDG (CDMA Development Group) yang beranggotakan vendor dan sejumlah operator telekomunikasi mendorong hal tersebut dengan menggulirkan program OMH (Open Market Handset). Program tersebut mengarahkan penyedia handset agar mendukung sejumlah kartu RUIM (removable user identity module) yang dilengkapi fitur 3G CDMA.

Hal tersebut untuk mendorong penetrasi handset 3G berbasis CDMA di masyarakat. Program yang didukung Qualcomm sebagai pemegang lisensi teknologi CDMA ini juga mendorong ketersediaan handset dengan harga terjangkau.

"Kami sudah bekerja sama dengan dua vendor handset, dalam hal ini Huawei dan ZTE, serta tiga pembuat kartu RUIM, masing-masing Eastcompeace, Gemalto, dan Oberthur Card Systems," ujar James Person, Chief Operating Officer CDG. Person menyatakan kemampuan akses layanan data melalui jaringan 3G ini sanggup ditanamkan pada handset dengan harga hanya Rp200.000.

CDG menyatakan OMH telah diuji coba pada dua operator seluler berbasis CDMA di Indonesia, yakni Bakrie Telecom dan Mobile 8. Fitur yang diuji coba antara lain WAP browser, BREW, layanan paket data melalui SIP, dan layanan unik yang dikembangkan khusus.

Keterbatasan kanal dan bandwidth

Meski demikian, ketersediaan layanan 3G melalui jaringan CDMA juga tergantung pada kesiapan masing-masing operator. Bakrie Telecom maupun Telkom Flexi mengakui saat ini belum fokus pada layanan data karena keterbatasan bandwidth dan kanal frekuensi.

"Idealnya kanal untuk data bisa dedicated. Saat ini kami punya tiga kanal, dua untuk voice (suara) dan satu untuk data, namun tetap diutamakan untuk voice," ujar Edi Sarwono, VP product Marketing Telkom. Menurutnya agar layanan data melaui CDMA dapat optimal, pemerintah masih perlu melakukan pengaturan kanal untuk CDMA meskipun diakui saat ini sudah sangat penuh dengan adanya 6 operator yang menggunakannya.

Sementara itu , Nadia Diposandjoyo, VP Corporate Communication Bakrie telecom mengatakan infrastruktur untuk layanan data sudah siap. Namun, pihaknya baru bergerak ke layanan data jika permintaan dari konsumen tinggi. Selain karena hambatan pada ketersediaan handset dan keterbatasan kanal, layanan suara dan SMS masih jauh lebih menguntungkan.  

"Kami masih percaya telephony terjangkau hak pengguna telekomunikasi. Untuk itu kami masih fokus untuk melayani mereka," ujar Nadia. Sejak mendapat lisensi nasional akhir tahun 2006, Bakrie Telecom terus membangun layanan hingga sekitar 45 kota saat ini dan akan diperluas ke kota-kota kabupaten seperti dalam waktu dekat Klaten, Salatiga, dan Jember.



KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved