

Agaknya ponsel ini ditujukan sebagai ponsel musik. Perhatikan saja tombol navigasi yang langsung berukir icon player. Begitu pula menu kiri yang bertera gambar nada; diperkuat dengan keterangan Music di kiri bawah layar. Memencet menu kiri memang akan langsung membuka Music library. Ketika player aktif, navigasi kiri berfungsi sebagai Back, kanan sebagai Next, tengah sebagai Play/Pause, atas sebagai volume up, dan bawah sebagai volume down. Kekuatan volume terentang 1 sampai 7 bar.
Normalnya, navigasi 4-arah dan tombol tengah itu di-default untuk pintasan; navigasi atas merupakan pintasan ke Multimedia, bawah ke Contacts, kanan ke Ring style, dan kiri ke Recent calls. Tombol tengah tentu saja membawa kita ke menu utama.
Satu fasilitas lain yang diandalkan ponsel ini adalah radio. Seperti biasa, radio mengharuskan headset tercolok. Setting yang tersedia sebetulnya tergolong minimalis. Namun kehadiran Recorder untuk merekam siaran radio jadi nilai tambah tersendiri. Motorola mengatakan bahwa fasilitas radio ini juga sudah mendukung RDS.
Headset memang membuat kita lebih nyaman mendengarkan musik atau siaran radio karena kita tak begitu terganggu suara dari sekitar, dan sebaliknya kita juga tak mengganggu orang di sekitar. Jack headset yang 2,5mm terasa cukup universal karena kita bisa memakai headset buatan pabrikan lain, jika diperlukan. Lubang headset ini bisa ditemukan di kiri bodi, di ujung atas; posisi ini tidak mengganggu kita saat menggenggam ponsel. Saat tidak dipakai, tinggal ditutup dengan penutup karetnya.
Meskipun tidak menyediakan kamera, kita masih bisa memandangi foto yang tersimpan di Multimedia > Pictures. Image bisa berasal dari kartu memori, atau download dari Internet.
Slot MicroSD tersembunyi di balik batere. Alhasil, cukup merepotkan bila ingin bongkar-pasang kartu memori tambahan. Sinyal tidak melihat kemungkinan transfer data via kabel data. Sebab, port USB mini yang ada di ujung atas di kanan bodi hanya dipakai untuk isi ulang batere.
Fasilitas Internet seharusnya bisa menjadi daya tarik lain di ponsel ini. Motorola menanam WebAccess yang memungkinkan browsing dari ponsel. Dibenamkannya Google services turut memperkaya fungsi Internet.
Tak melupakan para SMS-mania, Motorola pun memudahkan akses ke fasilitas ini: pencet saja menu kanan untuk membuka Message. Jika kebanyakan ponsel low-end tidak memungkinkan memindahkan SMS dari memori ponsel ke memori SIMcard, yang satu ini sudah bisa. Buka saja menu opsi dan pilih Move to SIM. Kita juga bisa gunakan Chat, atau malah Lock untuk memproteksi pesan.
Yang tak pernah ketinggalan tentunya adalah CrystalTalk; fitur andalan Motorola yang mampu mereduksi gangguan suara di latar belakang sehingga suara kita terdengar lebih jelas. Acara bertelepon pun jadi lebih nyaman. Apalagi ponsel ini diklaim memiliki waktu bicara dan waktu siaga yang panjang.
DENGAN KATA LAIN...
Mengandalkan radio dan music player, ponsel imut ini akan menarik
Sumber: Sinyal
PLUS : Radio, tombol music player, batere awet.
MINUS : Tanpa kamera
SPESIFIKASI Motorola W230
Harga : Rp 590.000
Jaringan : GSM 900/1800 MHz
Bentuk : Bar
Dimensi : 111x45x15 mm
Bobot : 82 gram
Batere : Li-Ion 3,7V (seri BQ50)
Waktu siaga : sampai 450 jam
Waktu bicara : sampai 9 jam
Layar : 1,6”, CSTN, 128x128 pixel, 65 ribu warna
Memori tambahan : MicroSD
Konektivitas antar peranti : Kabel data
Konektivitas internet : GPRS; WAP
Kamera : -
Ringtone : Polifonik
Phonebook : 500 entri
Messaging : SMS, MMS
Aplikasi : Google services, Calculator, Alarm clock, Stop watch, Chat, Calendar, Game (Sudoku, Tetris), Pictures, Music library, FM radio
Isi paket : Charger, headset, manual, kartu garansi
