Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Symantec: 78 Persen Email Berisi Sampah
Rabu, 13 Agustus 2008 | 15:30 WIB
|
Share:
SYMANTEC
Menawarkan cara menurunkan berat badan yang seakan-akan gratis.

JAKARTA, RABU - Para spammer alias pengirim email sampah (spam) makin merajalela. Ini terlihat dari peningkatan spam dari tahun 2007 ke 2008 yang mencapai 12 persen. 

Pada Juli 2007, spam hanya mencapai 68 persen dari semua email yang dikirimkan di seluruh dunia. Namun, persentase spam naik menjadi 78 persen dari semua pesan yang ada pada Juli 2008.

Dalam laporan Symantec Messaging and Web Security untuk bulan Agustus 2008, nama dua calon Presiden Amerika Serikat (AS), John McCain dan Barack Obama dan Olimpiade menjadi kata kunci yang dimanfaatkan para spammer untuk mengelabui penerima email untuk membukanya. Mereka menggunakan topik berita-berita terkini, misalnya perjalanan Obama ke Eropa, kampanye calon presiden AS dan antisipasi Olimpiade yang dimulai pada 8 Agustus di China. 

Banyak spam dipakai untuk menawarkan produk alami yang bisa menurunkan berat badan, iklan yang berisi foto dari seorang penyiar berita yang terkenal dan logo saluran berita terkenal serta dukungan mereka terhadap hasil dari makanan sehat tersebut. Singkatnya, pesan spam mengindikasikan bahwa produk ini bisa dicoba dengan gratis, padahal nyatanya sama sekali tidak gratis. 

Spam tidak hanya dikirimkan untuk mengganggu namun juga dijadikan sarana menyebarkan program jahat yang dapat membahayakan komputer penerimanya. Misalnya, salah satu spam berisi trojan, sejenis virus komputer, yang mengecoh pengguna internet dengan pesan berisi klaim bahwa Perang Dunia III telah dimulai setelah serangan AS ke Iran.

Phising

Laporan Symantec juga menyebutkan bahwa spam dipakai untuk menyebarkan phishing yang membidik data pengguna Microsoft POP3. Symantec telah mengobservasi serangan penipuan baru yang mentargetkan pengguna Microsoft POP3 ini.

E-mail tersebut memberitahukan bahwa penerima mempunyai masalah pada setting POP3-nya dan harus mengklik alamat web yang ada pada e-mail tersebut untuk mengkonfirmasikan akun datanya. Setelah alamat web di-klik, halaman palsu yang telah disiapkan akan meminta data pribadi dari pengguna.

Meskipun contoh jebakan ini mungkin dapat dengan mudah diidentifikasikan sebagai tipuan, penerima pesan bisa saja memberikan data pribadi mereka. Informasi tersebut kemudian digunakan spammer untuk kejahatan.

Pesan spam tidak hanya dalam Bahasa Inggris, misalnya dalam spam kasino online yang telah ada cukup lama dengan menggunakan banyak bahasa. Hal menarik adalah pesan spam saat ini ditulis dalam bahasa Jepang dan mesin menterjemahkan ke bahasa Inggris.

Spammer juga masuk ke bidang ekonomi karena keadaan ekonomi terus menjadi perhatian utama para penduduk Amerika. Spammer telah mengeksploitasi topik sensitif ini sebagai jalan mempromosikan spam mengenai berbagai jenis penawaran keuangan.

Tujuan dari pesan spam jenis ini adalah untuk mengumpulkan data pribadi penerima e-mail yang percaya. Spammer menggunakan informasi ini untuk kampanye spam yang akan datang, atau juga menjual informasi ini ke kelompok lain.

Sumber :
Antara


KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved