Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Pembajakan Perlambat Pertumbuhan Industri IT Lokal
Kamis, 4 September 2008 | 13:25 WIB
|
Share:
KOMPAS/ADHI KUSUMAPUTRA
Menjelang berlaku nya UU Hak Cipta 29 Juli 2003, sebuah toko yang menjual software bajakan di sebuah toko di pusat perbelanjaan Mangga Dua masih ramai dikunjungi pembeli

JAKARTA, KAMIS - Pembajakan telah menghambat pertumbuhan industri IT lokal. Hal ini diperparah oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap hak kekayaan intektual. Menurut laporan tahunan Business Software Alliance (BSA) dan International Data Center, nilai total kerugian akibat pembajakan software di Indonesia pada tahun 2007 mencapai US$ 441 juta atau setara dengan Rp3,8 triliun.

Demikian hal ini disampaikan oleh Donny A Sheyoputro dari BSA saat konferensi pers mengenai peresmian bergabungnya perusahaan software accounting Zahir ke dalam BSA, Kamis (4/9) di Jakarta. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut adalah Direktur Zahir Muhamad Ismail Thalib dan Direktur PT Andal Software Sejahtera Indro Sosrodjojo.

Menurut Ismail, pembajakan juga telah memperlambat industri IT lokal mencapai titik critical mass. "Ini sangat merugikan. Saya yakin, kita punya chance yang sangat besar untuk meraih pasar Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, jika kita telah melewati titik critical mass," ujar Ismail.

Sedangkan Indro mengatakan, software mass-market adalah yang paling rentan dibajak. "Hal ini disebabkan software mass-market bersifat mudah digunakan dan mudah di-install. Sedangkan software medium enterprise biasanya sulit dibajak karena user tergantung kepada vendor. User membutuhkan support, terutama maintenance," jelasnya.



KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved