

SALAH satu pengobatan yang dianjurkan dalam penanganan alergi adalah dengan pemberian obat antihistamin. Obat alergi di pasaran kini telah memasuki generasi kedua. Generasi terakhir ini diklaim memiliki keunggulan dari sebelumnya.
Seperti dipaparkan Dr. Flora Amos, medical dari PT Bayer Indonesia dalam media edukasi bertajuk Jangan Abaikan Alergi di Jakarta, Selasa (21/10), obat antialergi generasi terbaru dengan bahan aktif Cetirizine Dihidroklorida terbukti lebih nyaman dan menguntungkan karena tak menimbulkan efek mengantuk sehingga tak mengganggu aktivitas pasien.
"Generasi pertama (semisal CTM dan difenhidramin) biasanya menimbulkan rasa kantuk yang hebat serta memiliki dampak kurang nyaman pada pasien seperti jantung berdebar-debar," ungkapnya.
Sedangkan antihistamin generasi kedua seperti cetirizine dan azelastine memiliki efek kantuk yang rendah pada dosis anjuran, tidak menimbulkan rasa berdebar-debar dan penggunaannya cukup sekali sehari.
"Berbeda dengan antihistamin generasi pertama, antihistamin generasi terbaru umumnya bersifat mengurangi efek sedasi (rasa kantuk) dan sebagian lagi bersifat anti-inflamasi ringan," tambah Flora.
Saat ini, lanjut Flora, obat antihistamin yang diproduksi oleh PT Bayer Indonesia dengan kandungan cetirizine dihidroklorida telah masuk ke dalam kategori Obat Wajib Apotek dari Badan POM sehingga dapat dibeli di apotek melalui resep dokter. Sediaannya saat ini terdiri dari kapsul yang mengandung cetirizine dihidroklorida 10 mg. Obat ini juga tersedia dalam bentuk sirup kemasan botol 60 ml, setiap 5 ml sirup mengandung cetirizine dihidroklorida 5 mg.
"Cetirizine memang diindikasikan untuk pengobatan alergi seperti rinitis misalnya hidung meler atau bersin-bersin kalau pagi, atau juga utikaria atau biduran yang bila dalam suasana dingin atau kedinginan bisa timbul," ujarnya.
Semantara itu Dr Iris Rengganis SpPD-KAI dari ahli dari Divisi Alergi Immunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM menyatakan cetirizine adalah obat yang relatif aman dan banyak direkomendasikan untuk alergi.
"Berdasarkan pengalaman pirbadi, memakai cetirizine hingga 3 tahun sih aman-aman saja. Tapi tentu setelah itu kan orang tidak terus-terus dikonsumsi setiap hari. Tiga tahun juga kan tidak tiap hari. Awalnya bisa tiap hari, tapi pemakaian bisa jangka panjang, sewaktu kita perlu," terangnya.
Untuk dosis dan pemakaian, penggunaan obat alergi cetirizine sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu dengan ke dokter mengingat obat ini adalah obat resep. Tetapi setelah direkomendasikan oleh dokter, pasien biasanya boleh untuk kembali membeli resep yang sama sesuai anjuran.
