Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Indonesia Berpotensi Kembangkan Open Source
Selasa, 18 November 2008 | 14:19 WIB
|
Share:

 

 

JAKARTA, SELASA - Penggunaan aplikasi berbasis open source (OS) dapat turut meningkatkan kesejahteraan suatu negara. Di banyak negara, aplikasi OS terbukti telah meningkatkan tingkat melek komputer (computer literacy) sehingga masyarakat menjadi lebih produktif dan kreatif. OS juga memungkinkan sebuah negara menciptakan program atau inovasi berkelas dunia. Negara-negara yang telah menerapkan OS dan memperoleh keuntungannya, antara lain Brasil, Afrika Selatan, Turki, dan China.

 

Menurut Senior Vice President and Chairman APAC SUN Microsystem Inc Crawford Beveridge, nilai bisnis di bidang OS saat ini telah mencapai US$ 16 juta, dan diperkirakan akan terus berkembang secara cepat. Hal ini membuat banyak negara yang sekarang mulai berniat untuk mengembangkan OS.

 

Beveridge mengatakan, sistem pendidikan merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan ketika sebuah negara ingin menerapkan OS sepenuhnya. "Negara tersebut harus memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik. Sumber daya manusia yang baik ini harus dilatih sehingga mereka benar-benar mengerti mengenai open source," ujarnya, Selasa (18/11) di Gedung BPPT, Jakarta, seusai menyampaikan presentasinya di acara Asia-Africa Conference on Open Source.

 

Alumni Universitas Edinburgh, Skotlandia, ini mengatakan, Indonesia memiliki potensi untuk berkembang di bidang OS. "Hal ini dapat terlihat dari antusiasme pemerintah Indonesia dalam mengembangkan dan mensosialisasikan open source," ujarnya.

 

Saat ini, kekhawatiran masyarakat akan masih sedikitnya orang yang bisa diandalkan ketika suatu program OS bermasalah telah menghambat perkembangan OS di Indonesia. Beveridge menyarankan pemerintah Indonesia untuk membentuk suatu pusat informasi mengenai O S, seperti yang diterapkan di Afrika Selatan. Dengan demikian, masyarakat yang mengalami permasalahan dengan software dapat langsung menghubungi pusat informasi tersebut.

 


Ketika Calon Dokter Jadi Pengusaha Start-up Digital

Di balik aplikasi SpotDokter...

KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved