
JAKARTA, SENIN- Kepala Informasi Departemen Sains dan Teknologi Afrika Selatan Aslam Raffee mengatakan, perkembangan aplikasi berbasis open source (OS) turut membantu industri software lokal di negaranya. Hal ini tidak lepas dari kebijakan Free Open Source Software yang telah diadopsi oleh Kabinet Afrika Selatan pada tahun 2007 silam.
Kebijakan tersebut terdiri dari dari hal, yaitu pemilihan software OS, migrasi dari proprietary software ke free open source software, pengembangan OS, penggunaan OS, dan pengenalan OS. Saat ini, pemerintah Afrika Selatan sudah berapa pada tahap kelima, yakni mengenalkan dan mendorong masyarakat untuk menggunakan OS.
Menurut Raffee, pihaknya mendapat dukungan dari perusahaan-perusahaan teknologi informasi, seperti IBM, SUN, dan Google untuk mengembangkan OS.
"Respon masyarakat, terutama kalangan industri lokal, terhadap kebijakan ini sangat positif," kata alumni Universitas Afrika Selatan ini kepada Kompas.com, Selasa (18/11), di sela-sela acara Asia-Africa Conference on Open Source yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta.
Raffe menambahkan, keberhasilan ini juga didukung oleh steering committee dan badan teknologi informasi yang turut membantu pemerintah dalam mengadopsi dan mengimplementasikan kebijakan Free Open Source Software.
