Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Korupsi Hambat Perkembangan Open Source
Selasa, 18 November 2008 | 19:01 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA- Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan, selama praktik tindak pidana korupsi masih merajalela, perkembangan open source (OS) dapat terhambat.

"Korupsi itu kan ngambil duit. Maling mana bisa ngambil duit dari open source," ujar Kusmayanto singkat, Selasa (18/11), seusai acara Asia-Africa Conference on Open Source di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta.

Duta Besar OS Betti Alisjahbana, yang juga pimpinan the Indonesian Association for Open Source, mengaku optimis bahwa perkembangan OS di Indonesia dapat semaju di Afrika Selatan dan Brazil. Betti mengatakan, pihaknya sampai saat ini terus melakukan kampanye OS.

"Sekarang sudah ada 18 departemen pemerintahan, termasuk Depdiknas dan beberapa pemerintah daerah yang bersedia migrasi ke open source. Semoga hal ini bisa diikuti yang lain," ujar Betti.

Selain itu, dia bersama Kementerian Riset dan Teknologi, PT Telkom, dan Danamon Peduli, memberikan 200 perangkat komputer beserta aplikasi berbasis OS ke empat sekolah dasar di Pulau Seribu dengan harapan para pelajar tersebut dapat terbiasa menggunakannya sejak duduk di sekolah dasar.

"Ini baru permulaan saja. Selanjutnya kami akan menyumbangkan lebih banyak komputer lagi ke daerah-daerah," ujarnya.

Menurut Betti, selain mitos mengenai OS yang masih melekat, hal lain yang turut menjadi hambatan dalam perkembangan OS adalah pendidikan di Indonesia yang masih berdasarkan software berbayar.


Ketika Calon Dokter Jadi Pengusaha Start-up Digital

Di balik aplikasi SpotDokter...

KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved