ITB Kukuhkan Profesor Termuda

Dibaca:
Komentar :

BANDUNG, JUMAT - Padatan oksida logam yang selama ini digunakan sebagai bahan mentah keramik dan semen ternyata menyimpan potensi tinggi, yaitu sebagai bahan fuel cell untuk energi terbarukan. Material feroelektrik pada oksida logam juga dapat menjadi bahan baku penyimpan data (random acces memory/RAM) generasi tercanggih.

Sayangnya, penelitian mengenai padatan oksida logam di Tanah Air saat ini masih sangat terbatas. Demikian diungkapkan Ismunandar (38), guru besar bidang Kimia Fisika dan Anorganik Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pidato ilmiahnya, Jumat (9/1) di Balai Pertemuan Ilmiah ITB. Ismunandar adalah guru besar termuda yang dimiliki ITB saat ini.

Juara I Pemilihan Peneliti Muda Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia-TVRI ini mendalami riset oksida logam setidaknya selama 15 tahun terakhir. Menurut dia, sel bahan bakar oksida padat (solid oxide fuel cell/SOFC) ini memiliki keunggulan, yaitu bersih dan efisiensi yang sangat tinggi. ”Efektivitas energinya mencapai 70 persen. Sementara itu, bensin yang sering kita gunakan hanya 30 persen,” tuturnya. Dengan keuntungan ini, SOFC memiliki masa depan yang cerah.

Rektor ITB Prof Djoko Santoso mengatakan, stereotip di masyarakat yang kerap mengasosiasikan guru besar sebagai sosok yang tua dan tidaklah dinamis perlu diubah. ”Profesor-profesor di era sekarang bukan lagi yang kuyu-kuyu. Justru lebih baik jika dia muda, kreatif, dan lebih hebat,” tuturnya. ITB saat ini memiliki 79 guru besar dari idealnya sekitar 110.

Editor:

 

TERBARU
Gadget
Kamis, 24 Juli 2014 20.20 WIB
Xiaomi Ingin Kalahkan iPhone
Hardware
Kamis, 24 Juli 2014 16.58 WIB
Ini Dia, "Penyelamat" Data di Kotak Hitam MH17
Internet
Kamis, 24 Juli 2014 15.55 WIB
Yuk, Baca Kisah Teladan Nabi
Gadget
Kamis, 24 Juli 2014 14.59 WIB
Nvidia Shield, Tablet Android untuk "Gamer"
Gadget
Kamis, 24 Juli 2014 13.49 WIB
Jam Tangan Pintar Apple Dinamai iTime?