

JAKARTA, SENIN — Kamera digital single lens reflex (DSLR) kian diminati. Maklum kualitas produknya terus meningkat, dan harga kamera semakin terjangkau, dimulai dari Rp 6 juta. Alhasil kian banyak orang yang menggunakan kamera DSLR. Sekolah-sekolah fotografi tumbuh dengan subur.
Bahkan, muncul tren baru yakni semakin banyak kaum kartini yang berprofesi sebagai fotografer. "Kamera (DSLR) tidak lagi identik dengan dunia laki-laki karena sudah ada yang ringan seperti Canon EOS 1000D," tutur Merry Harun (Director Canon Division PT Datascrip).
Tingginya minat akan DSLR menyebabkan pasar DSLR mencatatkan kenaikan yang cukup besar. "Beda dengan (kamera) kompak. Kenaikannya paling besar, hampir 60 persen dari tahun 2008 ke tahun 2007," ungkap Merry. Ia mengatakan, tahun ini pasar kamera diprediksi akan meningkat menjadi 65.000 unit.
Sementara untuk merek Canon, Merry mengatakan optimistis bisa menguasai 55 persen pasar untuk DSLR, dengan target 45.000 unit. "Tahun 2008 peningkatannya 66 persen," katanya.
Kerja sama sekolah fotografi
Untuk mempertahankan pangsa pasar itulah, tahun ini Datascrip yang menjadi distributor kamera digital Canon menjalin kerja sama dengan Canon School of Photography. Sekolah fotografi yang berdiri sejak tahun 1998 dan sudah meluluskan 1.700 murid ini tidak ada hubungannya dengan Datascrip. "Kerja samanya dalam penyediaan tempat," jelas Merry sesaat sebelum meresmikan kerja sama tersebut. "Hari ini angkatannya sudah mencapai 114," kata Kumara Prasetya yang merupakan instruktur Canon School of Photography.
Selain kerja sama dengan Canon School of Photography, Datascrip juga menjalin kerja sama dengan beberapa sekolah fotografi antara lain Darwis Triadi, Neumats, Neeps Art Institute; maupun klub fotografi seperti Jakarta Photo Club dan Solo Canon Club; dan komunitas seperti fotografer.net dan ART Photo Mania.
