Harga Karet Anjlok, Petani Tahan Penjualan

BANYUMAS, RABU — Petani karet di Kabupaten Banyumas sudah empat bulan ini menahan penjualan karet, menyusul memburuknya harga karet sejak krisis global berlangsung. Rata-rata setiap petani karet saat ini menyimpan dua sampai empat kuintal karet mentah.

Sanwikarta, petani karet di Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Rabu (14/1), mengatakan, saat ini harga jual karet mentah kepada tengkulak hanya berkisar Rp 9.000 sampai Rp 9.500 per kilogram.

Harga itu sama sekali tak memberikan keuntungan bagi petani karena sebelum krisis global harga karet mentah mencapai Rp 20.000 per kilogram. "Masalahnya, nilai kerugiannya itu bukan karena tak bisa menutupi biaya produksi, tetapi nilai ekonominya itu sendiri. Lha wong karet kan memang tetap dibutuhkan masyarakat, harga karetnya pun harus layak bagi petani," katanya.

Menurut Ketua Kelompok Tani Karet Asri Desa Klinting Imam Sutoyo, kemungkinan petani karet di desanya baru mau menjual karet kalau harga beli karet mentah dari tengkulak mencapai Rp 13.000 per kilogram. Setidaknya harga karet mentah itu harus berada di atas Rp 12.000 per kilogram.

Dikhawatirkan kalau harga karet mentah di bawah Rp 10.000 per kilogram, nilai karet akan anjlok. Apalagi, lanjut Imam, saat ini mulai banyak petani di desanya yang bersemangat mengembangkan perkebunan karet. Salah satu alasannya karena biaya produksi karet yang relatif murah, tetapi nilai jual karet yang tinggi.

Hingga 2008 kemarin, perluasan kebun karet di desanya mencapai 200 hektar dari sebelumnya hanya kurang dari 100 hektar. Tiga desa lainnya di Kecamatan Somagede juga ikut memperluas kawasan kebun karet, masing-masing berkisar 100 hektar. Produksi karet rakyat di Banyumas pun cukup besar, meski baru berjalan kurang dari tiga tahun belakangan ini.

Menurut staf Bidang Bina Usaha dan Perijinan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Banyumas, Edi Suharyanto, dari total lahan 130,26 hektar kebun karet dapat menghasil 60,5 ton karet mentah per tahun.

Total produksi itu pun, lanjutnya, belum ditambah dengan potensi produksi karet yang ada. Hal itu karena selama 2008 Pemerintah Kabupaten Banyumas dan pemerintah pusat sudah memberikan bantuan bibit karet hingga 6.565 bibit karet.

"Animo petani Banyumas sekarang ini cukup besar terhadap perkebunan karet. Karena itu, walaupun harganya sekarang anjlok, petani lebih memilih menahan penjualan," katanya menjelaskan.

Editor:

 

TERBARU
e-Business
Sabtu, 28 Februari 2015 13.10 WIB
BlackBerry Dukung Android for Work
Gadget
Sabtu, 28 Februari 2015 12.14 WIB
Baterai Mirror 3 Bisa Penuh dalam 90 Menit Saja
e-Business
Internet
Sabtu, 28 Februari 2015 09.17 WIB
Iklan Apple Watch Ini Habiskan Rp 29 Miliar?
e-Business
Jumat, 27 Februari 2015 17.22 WIB
Google Sebut Apple Tak Bertanggung Jawab
TERPOPULER
Rabu, 25 Februari 2015 09.52 WIB
Berani "Unlock" Modem Bolt? Siap-siap Dipidana
Selasa, 24 Februari 2015 08.05 WIB
Begini Cara "BBM-an" di PC dan Tablet
Minggu, 22 Februari 2015 15.45 WIB
Pengguna BlackBerry Kini Bisa "BBM-an" di PC
Selasa, 24 Februari 2015 10.24 WIB
Arti di Balik Nama "Samsung"
Jumat, 27 Februari 2015 12.33 WIB
Dukungan untuk Ahok, dari Twitter Sampai Facebook
Rabu, 25 Februari 2015 12.22 WIB
Sony Perkenalkan Ponsel Android 4G Murah
Selasa, 24 Februari 2015 21.17 WIB
AS Pertanyakan Aturan soal "Smartphone" Indonesia
Rabu, 25 Februari 2015 08.03 WIB
Ketika Layar Xiaomi Mi4 Dijepit Kepiting