
JAKARTA, JUMAT — Setelah mengoperasikan BTS bertenaga surya di Minas Barat, AXIS mengoperasikan base transceiver station (BTS) bertenaga hidrogen yang berlokasi di Sei Mencirim, Deli Serdang, Sumatera Utara. BTS yang ramah lingkungan ini menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar yang akan menyediakan tenaga cadangan apabila pasokan listrik PLN mengalami gangguan.
BTS bertenaga hidrogen ini menggunakan teknologi termutakhir di mana gas hidrogen dikonversikan langsung dalam suatu reaksi elektrokimia menjadi tenaga listrik. Sisa pembuangan dari proses ini adalah air murni, yang sama sekali tidak membahayakan lingkungan.
BTS bertenaga hidrogen di Sei Mencirim ini menggunakan sel bahan bakar Premion T3000 yang diproduksi oleh P-21 di Jerman. P-21 adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang memproduksi sel bahan bakar yang dapat diaplikasikan pada industri telekomunikasi. Sel bahan bakar ini menggunakan gas hidrogen untuk komersial yang dikirimkan ke lokasi BTS dalam bentuk silinder serta dapat memproduksi 3kW tenaga pada 48 V DC saat mesin bekerja.
Sumatera Utara dipilih sebagai lokasi pertama pemanfaatan sel bahan bakar ini karena telah dilakukan beberapa percobaan baik untuk teknologi sel bahan bakar dan pasokan bahan bakar gas hidrogen. Lokasi ini secara khusus dipilih oleh Tim AXIS di Sumatera dari beberapa lokasi menara AXIS yang paling sering mengalami kekurangan pasokan listrik PLN.
"Terobosan ini dapat memungkinkan kami untuk membangun jaringan di area-area yang saat ini belum dapat kami layani," kata Muslim Khan, Chief of Technology Officer AXIS. "Kami juga senang bisa menggunakan alternatif energi yang tergantikan dengan biaya yang efektif serta aman bagi lingkungan dibandingkan dengan pembangunan jaringan telekomunikasi dengan metode tradisional."
