
JAKARTA, RABU - Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika Cahyana Ahmadjayadi mengatakan, persentase penurunan tarif internet tidak hanya didorong regulasi yang akan dikeluarkan pemerintah. Turunnya tarif juga tergantung model kompetisi yang dibangun operator penyedia jasa.
"Berapa besaran penurunan tarif internet sangat bergantung pada model kompetisi yang dibangun di antara para operator," kata Cahyana di Jakarta, Rabu (25/2).
Menurut dia, pengurangan tarif internet bukan sekadar menciptakan kompetisi antaroperator, tetapi juga terkait dengan kesiapan infrastruktur. Hal itu tentu saja akan mengarah pada tujuan akhir yaitu agar content yang dapat di-download dan di-upload oleh masyarakat menjadi semakin berkembang.
Hingga saat, Depkominfo memang sedang terus mengupayakan tarif internet murah dan menyeluruh termasuk di antaranya rencana pembangunan Palapa Ring dengan Hyber Optic yang akan menyambung seluruh kota/kabupaten se-Indonesia. Pihaknya menyadari penurunan tarif internet sangat diharapkan oleh masyarakat terutama para pengusaha telekomunikasi termasuk pula komunitas industri kreatif.
"Kami sadar bahwa tarif internet yang murah sangat diharapkan oleh masyarakat apalagi bagi mereka yang termasuk dalam kategori content developer untuk memasarkan content-content secara on-line," katanya. Content-content tersebut dapat berupa gambar, video, maupun film dalam bentuk animasi. Khusus untuk video diperlukan bandwidth yang besar sehingga penurunan tarif internet otomatis akan sangat menentukan sukses tidaknya pemasaran secara on-line.
Belum lama ini, pihaknya secara tegas menyatakan bahwa tarif internet yang berkaitan langsung dengan pendidikan mutlak memperoleh potongan sampai dengan 50 persen.(ANT)
