

JAKARTA, KOMPAS.com - Di masa krisis seperti sekarang, makin banyak perusahaan berhemat, termasuk dalam urusan TI. Virtualisasi data pun naik daun. Maklum dengan melakukan virtualisasi – server dan storage - banyak penghematan bisa dilakukan, mulai dari biaya pengadaan server, operasional, maintenance, sampai biaya listrik dan pendingin.
Dalam urusan virtualisasi ini, khususnya terkait dengan storage, NetApp termasuk berani. “Kami memberikan garansi minimal 50% penghematan dari storage expenditure,” ucap Stephen Law (Country Manager, NetApp Indonesia) di sela-sela seminar Efisiensi Storage ala NetApp di Jakarta pekan lalu. “Jika terbukti tidak lebih hemat 50%, kami berikan storage yang dibutuhkan sebesar selisihnya secara gratis,” tambah lelaki asal Lampung itu.
Yang dimaksud Stephen adalah kebutuhan data yang perlu disimpan di lingkungan server. Melalui solusi NetApp – seperti deduplication, thin provisioning, thin replication, flexcone, snapmirrod, snapshot, dan RAID-DP – perusahaan yang menggunakan solusi NetApp digaransi akan mendapatkan penghematan minimal 50% ruang storage. Lebih terproteksi, lebih fleksibel, dan lebih hemat ruang. Begitu garansinya.
Garansi itu bukan sekadar kata pemanis pemasaran. Namun sudah diukur oleh NetApp. Karena itu menurut Stephen, dari sekian banyak perusahaan yang menggunakan solusi NetApp – di Indonesia maupun di seluruh dunia - belum ada yang berhasil mengklaim storage gratis.
Siapa saja pelanggan NetApp? “Semua nama besar adalah pelanggan kami,” kata Raymond Tan (Manager, Marketing & Channels Development, ASEAN, NetApp Singapore Pte Ltd) bangga. Menurutnya, pasar storage di ASEAN tumbuh paling cepat. “NetApp tumbuh di atas 100% selama empat tahun berturut-turut. Di Indonesia kami nomor dua untuk storage eksternal,” tuturnya.
