Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Jumlah Pelanggan Indosat Turun Jadi 33,3 Juta
Rabu, 24 Juni 2009 | 16:06 WIB
|
Share:
PERSDA/BIAN HARNANSA

JAKARTA, KOMPAS.com - Makin murahnya harga paket kartu perdana dan pulsa telepon seluler membuat timbunan nomor handphone yang tak terpakai terus bertambah. Maklum, konsumen memilih membeli nomor baru ketimbang melakukan isi ulang pulsa.

"Sebab di kartu perdana banyak bonus pulsanya," ujar Adita Irawati, Head Public Relations PT Indosat Tbk (ISAT). Ujungnya, ISAT pun akan melakukan pembersihan secara berkala.

Pembersihan yang dimaksud adalah penonaktifan nomor-nomor yang tak lagi aktif untuk kegiatan komunikasi maupun akses data. Penonaktifan itu dilakukan setelah operator menemukan fakta bahwa nomor-nomor itu tak lagi memiliki kegiatan selama tiga bulan serta tidak menerima panggilan maupun pesan pendek.

Dan siapa sangka jika jumlahnya cukup banyak. "Ada tiga juta nomor yang kami temukan saat pembersihan pada triwulan pertama 2009 ini," ungkap Adita. Jumlah nomor pelanggan Indosat pun menyusut.

Akhir tahun 2008 lalu jumlah pelanggan ISAT masih mencapai 36 jutaan. Tapi, pasca pembersihan, jumlah pelanggan ISAT menyusut menjadi 33,3 juta pelanggan.

Adita mengatakan, pembersihan nomor yang tak lagi aktif adalah kegiatan yang harus selalu dilakukan. "Supaya tidak membebani sistem yang ada pada operator," jelasnya.

Selain itu, ISAT bisa menggunakan nomor lama yang steril untuk pelanggan baru. "Soalnya angka yang diberikan pemerintah memang terbatas. Lama-lama bisa habis jika tidak ada pembersihan," tandas Adita. Yang jelas, persentase jumlah pembersihan pada tahun ini lebih rendah ketimbang tahun 2007 ke 2008.(KONTAN/Nadia Citra Surya)


Pengguna Mig33 Sudah 50 Juta, Bagaimana Caranya?

Mig33 menjadi Facebook-nya...

KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved