
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan di Indonesia tidak mungkin dapat diwujudkan tanpa adanya infrastruktur yang memadai. Demikian juga dengan teknologi broadband yang pada era digital saat ini telah menjadi infrastruktur yang mendasar dan semakin dibutuhkan para pelaku ekonomi dan industri.
Demikian pernyataan Direktur IGADD, Ilham Habibie usai penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dengan tim dari University of Chicago di Jakarta, Senin (13/7).
Dalam penandatanganan kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam menyusun sebuah kerangka makroekonomi yang didukung teknologi broadband. Kerja sama ini juga akan disponsori oleh Nokia Siemens Network sebagai konsultan dan operator jaringan broadband.
Menurut Ilham, kerja sama ini dilatarbelakangi kesadaran akan pentingnya peranan teknologi dalam dunia industri. "Kita lihat sekarang semua aspek ekonomi sudah menggunakan broadband sebagai infrastrukturnya. Baik itu industri perbankan, medicine, hingga pendidikan," ujarnya.
Sementara dari pihak University of Chicago Prof Craig Warren Smith menyatakan kerja sama ini dilakukan tak hanya dengan Indonesia namun juga dengan beberapa negara dunia ketiga lainnya. "Kerja sama ini merupakan suatu bentuk kepedulian kami sebagai institusi pendidikan. Terutama dalam pemanfaatan teknologi demi pembangunan ekonomi berskala makro," kata Craig.
Namun demikian, Ilham mengakui kerja sama ini masih berada dalam tahap yang sangat awal. Menurut putra dari mantan presiden BJ Habibie ini, penandatanganan ini masih akan dilanjutkan dengan penyusunan implementasi dalam dunia industri dan ekonomi makro.
"Sekarang ini kami belum bisa menjelaskan bagaimana realisasi dan implementasinya bagi kemajuan ekonomi kita. Namun dalam beberapa waktu ke depan kita harapkan rencana ini bisa terformulasikan untuk segera diterapkan demi kemajuan ekonomi dan industri kita," kata Ilham yang juga Direktur Institute Democratization of Science and Technology di The Habibie Centre.
Lebih lanjut Ilham menjelaskan, hasil perumusan kerja sama ini akan segera diserahkan kepada pemerintahan yang akan disusun oleh presiden terpilih nantinya. "Hal ini akan kami koordinasikan dengan Depkominfo terlebih dahulu. Namun kami mengharapkan kepada pemerintahan terpilih nanti agar bisa menerima konsep broadband yang kami tawarkan. Dimana antara pemerintah dan kalangan praktisi bisa bekerja sama demi meningkatkan perkembangan ekonomi yang didukung oleh teknologi tinggi," kata Ilham.
