Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |    Register   |  

Virus Komputer Lokal Lebih Berbahaya

Dibaca:
Komentar :
Thomdean

Zaman Internet,

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus komputer lokal buatan Indonesia yang banyak beredar di dunia maya saat ini diyakini lebih berbahaya dari virus produksi asing. Dalam beberapa kasus, virus lokal sampai menghilangkan data file di komputer korban.

"Sementara, virus asing tidak sampai menghilangkan file penting penggunanya. Produsen virus tersebut hanya ingin menunjukkan kelemahan windows yang ada saat ini," kata Yudhi Kukuh, Technical Security Consultant, ESET Indonesia, perusahaan di bidang keamanan digital, Minggu (23/8).

Namun, jelas dia, dari sejumlah virus yang menyebar di seluruh jaringan komputer di dunia, virus asal Indonesia hanya menyumbang 0,1 persen. "Meski penguasaannya terbilang minim secara internasional, pengguna komputer perlu menyadari pentingnya antivirus untuk melindungi data," ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, variasi virus di dunia sangat beragam. Akan tetapi, yang kini menjadi tren dan berbahaya adalah virus "configure". Virus ini sifatnya bisa menggandakan diri, sehingga kini variannya bisa mencapai turunan ke-30 ("configure" varian AQ).

"Mayoritas, selama ini yang menyerang komputer di antaranya `configure generic`, `configure` varian A, dan `configure` varian AA," katanya.

Sementara, ia mencontohkan, ragam virus lokal yang juga membahayakan data pengguna komputer seperti babon, aksika, "coolface & coolface MP3 player", W32/Kill AV, pendekar "blank", pacaran, "blue fantassy", "Windx-Matrox". Selain itu, ada juga virus amburadul, FD Shield, Purwo C, dan Nadia Saphira.

Terkait pengguna antivirus ESET, Marketing Communications ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, sampai saat ini pasar terbesar sebanyak 60 persen berada di Jakarta, 30 persen di Surabaya, dan 10 persennya menyebar di kota lain. "Dari jumlah tersebut, segmentasi pasar kami terdiri dari 80 persen kalangan korporasi dan 20 persen pelaku usaha ritel," katanya.

Khusus di Surabaya, ia siap menembus pasar ritel di kota tersebut. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan peritel yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI). Sementara itu, sejak Agustus ini ia telah memiliki reseller di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, dan Papua.

"Mengenai upaya menarik konsumen, kami memberikan promo Merdeka Dari Virus dengan harga promosi untuk Home Edition seperti ESET Antivirus NOD32 yang kini menjadi 24,99 dolar Amerika Serikat (AS), dari harga normal 39,99 dolar AS," katanya.

Editor:

 

TERBARU
Hardware
Kamis, 23 Mei 2013 09.03 WIB
Menjajal Laptop Pertama dengan Radeon HD 8000
Gadget
Kamis, 23 Mei 2013 08.12 WIB
Galaxy S4 Active Beraksi dalam Video
e-Business
Rabu, 22 Mei 2013 16.11 WIB
Amanda Surya, Kartini di Kantor Pusat Google
Internet
Rabu, 22 Mei 2013 15.51 WIB
Komikstrip: Saat "Bebe" Bermasalah
Telecom
Rabu, 22 Mei 2013 15.20 WIB
Telkomsel Luncurkan Ulang Layanan Iklan
TERPOPULER
Senin, 20 Mei 2013 15.07 WIB
FBI Bisa Intip Isi "E-Mail" Seenaknya
Senin, 20 Mei 2013 09.58 WIB
"Iron Man" Bisa Isi Baterai Gadget
Senin, 20 Mei 2013 16.03 WIB
Galaxy S4 Dinobatkan Paling "Hijau"
Rabu, 22 Mei 2013 11.48 WIB
Apple Penghindar Pajak Terbesar
Senin, 20 Mei 2013 14.05 WIB
"FIFA 14" Lebih Dipilih ketimbang Bercinta
Selasa, 21 Mei 2013 16.48 WIB
iPad 5 Bakal Lebih Tipis?