

JAKARTA, KOMPAS.com - Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Begitu Intel resmi mengumumkan kehadiran chip Lynnfield (Core i5, Core i7) dan chipset P55 Express, langsung saja Asus memperkenalkan motherboard yang sudah mengemaskan chipset Intel P55 Express itu, yakni seri P7P55D.
Apa istimewanya? Motherboard ini dilengkapi Hybrid Processor, yang memberikan peningkatan kinerja secara pintar; Hybrid Phase, yang menyediakan pendinginan aktif; dan Hybrid OS (Windows 7-Ready dan Express Gate) untuk akses online yang cepat.
Teknologi Hybrid Processor ini menarik, karena memadukan kehebatan CPU terbaru Intel dengan Asus TurboV EVO yang bertindak sebagai prosesor kedua. Fitur ini ditujukan pada para overclocker pemula maupun kelas kakap. Dengan antarmuka TurboV EVO yang intuitif, mereka lebih mudah mendongkrak kinerja sistem. Apalagi proses itu disederhanakan dengan tool onboard seperti Auto Tuning yang secara otomatis meng-overclock sistem ke titik stabilnya; dan Asus TurboV Remote.
Sementara itu Hybrid Phase, seperti dijelaskan oleh Hermanto dari Asus Indonesia, mampu secara real time mendeteksi suhu terpanas yang ada di daerah VRM, lalu melalui tool manajemen T.Probe mengatur loading setiap phase sehingga suhu dan kinerja tidak terpaku di satu titik. Ia mencontohkan perbedaan suhu 11,52 derajat Celcius ketika T.Probe dimatikan, dan 3,73 derajat Celcius ketika T.Probe aktif. “Lebih merata suhunya dan umur materi VRM menjadi lebih panjang dan stabil,” jelasnya sambil menambahkan bahwa Hybrid Phase juga untuk efisiensi daya.
Saat itu Asus juga mengumumkan kehadiran motherboard P7P55D Premium, yang merupakan motherboard SATA 6GB/s pertama di dunia. Sayangnya menurut Hermanto dari Asus Indonesia, tipe ini belum dipasarkan di tanah air.
