

Badan kamera ini langsing, agak pipih. Dimensinya 5,4x9,7x2,6 cm. Mantap saat dipegang karena seluruh badannya terbuat dari metal. Kamera ini juga ringan pada 138 gram, enak untuk dimasukkan ke saku baju.
Di bagian atas kita akan melihat jog dial dan tombol shutter yang pinggirannya merangkap sebagai tuas zoom, serta switch on/off. Penempatan tombol shutter yang agak ke dalam menurut kami awalnya kurang nyaman dan sebaiknya ditukar dengan posisi jog dial. Sebab saat terburu-buru hendak memotret, kami sering salah menekan. Namun setelah menggunakannya, kami sadar bahwa peletakan yang agak ke dalam itu juga membuat posisi kamera lebih seimbang saat dipegang dengan dua tangan, sementara tangan kanan menekan tombol shutter.
Sebuah layar LCD 2,7” tampak mendominasi bagian belakang Panasonic DMC-ZR1. Di panel sisi kanan layar terlihat switch playback, tombol E-Zoom, lingkaran 4-arah, tombol Display, dan tombol Q.Menu. Penampilan ini khas kamera kompak Panasonic.
Tombol E-Zoom di panel belakang membangkitkan rasa ingin tahu kami. Maka kami pun menekannya. Wah, tampilan di LCD kamera dengan resolusi 12,1 megapixel ini langsung memperlihatkan objek dalam kondisi sangat dekat, menunjukkan lensa zoom yang berpindah dari moda wide angle ke telefoto. Benar-benar menyenangkan. Kami menekannya sekali lagi, dan zoom digital pun disajikan dengan perbesaran maksimal mencapai 16x.
Apa lagi yang baru? Salah satunya adalah teknologi optical image stabilizer yang oleh Panasonic disebut Power OIS. Ini berbeda dengan Mega OIS system yang sebelumnya dipakai. Stabilisasi di Power OIS, menurut Panasonic, adalah dua kalinya.
Pada kondisi terlebar, lensa kamera berukuran 25mm dan menjulur panjang ke luar dari badan kamera yang kompak. Lensa ini memiliki aperture maksimal f/3.3 (wide) dan f/5.9 (telephoto). Kamera ini mengusung elemen lensa aspherical 0,3mm pertama di dunia. Itulah sebabnya mengapa lensanya bisa lebih kompak dibandingkan pendahulunya. Sayangnya ZR1 ini tidak mengemaskan moda rekam video AVCHD seperti saudara-saudaranya. Yang dihadirkan hanyalah format rekam HD 720p.
Sekitar 2,57 detik setelah switch power digeser ke kanan, ZR1 sudah siap dipakai. Hanya perlu waktu 2 detik baginya untuk mulai memotret. Zoom-nya agak lambat, membutuhkan sekitar 3 detik saat ditekan.
Kendati kecepatannya masih perlu ditingkatkan, kualitas gambar secara keseluruhan sangat bagus. Hasil bidikan terlihat tajam. Pada kondisi telefoto pun, objek tetap terjaga tajam. Sayangnya warna-warna kurang akurat tersaji. Warna biru khususnya terlihat kurang cemerlang. Ini kecuali warna biru langit yang terang. Noise mulai kelihatan pada ISO 400, dengan grain terlihat jelas pada ISO 800 dan 1600.
Fitur bagus di sini adalah moda intelligent auto yang secara otomatis menentukan Best Scene saat kita membidik dalam kondisi makro maupun landscape. Power OIS bekerja bagus, tetapi tentu saja kita tidak berharap mendapatkan gambar yang tidak kabur tanpa menggunakan tripod, khususnya saat bidikan malam hari dengan bukaan lambat.
Bagaimana dengan kualitas video? Dibandingkan kualitas foto (gambar diam), video masih memperlihatkan noise. Untungnya suara yang direkam bersamaan terdengar jernih, kendati masih ditingkahi suara desiran angin. Yang juga menyenangkan, zoom optikal bisa berfungsi saat kita merekam video.
Jika Anda mencari sebuah kamera kompak, Panasonic Lumix DMC-ZR1 ini layak dipertimbangkan. Kualitas gambarnya bagus, zoom-nya panjang, dan daya tahan baterenya cukup baik. Yang juga menyenangkan, Panasonic menanamkan memori internal 40MB, yang bisa dimanfaatkan saat kapasitas kartu SDHC kita habis sementara kita masih ingin memotret. Selain warna silver, kamera tersedia dalam warna hitam, merah, dan biru.
PLUS: Langsing dan kompak; tombol E-Zoom; memori internal 40MB; kualitas foto bagus.
MINUS: Burst speed; belum Full HD; penempatan tombol shutter.
SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
-Kinerja : 4,2
-Fasilitas : 4,1
-Penggunaan : 4,1
-Harga : 3,9
SKOR TOTAL : 4,09
SPESIFIKASI Panasonic Lumix DMC-ZR1
Resolusi sensor:12,1 megapixel CCD
Resolusi foto (min/max): 640x480/4000x3000 pixel (4:3)
Resolusi video (min/max): 640x480/1280x720 30fps (HD)
Media perekaman: Kartu SD/SDHC maks. 32GB, memori internal 40MB
Format file (gambar/video): JPG /QuickTime Motion JPEG
Ukuran lensa ekivalen-35mm (mm): 25 – 200
Setting aperture (wide/tele): F/3.3-F5.9
Ekivalen ISO: Auto/80/100/200/400/800/1600
Zoom: Optical 8x; Digital 4x
Kecepatan shutter (detik): 8 – 1/2000
Timer: Ada (foto)
Fokus terdekat terbaik : 3cm
Diagonal LCD: 2,7” TFT, 230.000 pixel 16:9
Viewfinder: -
Metode koneksi: USB 2.0, AV
Tipe batere/isi ulang: Li-Ion 895mAh 3,6V /Ya
Dimensi (plt): 9,78x5,46x2,6 cm
Bobot dengan baterai dan kartu SDHC: 158 gram
Situs Web: www.panasonic.co.jp
Garansi:1 tahun
Harga kisaran*:Rp 5.181.000
* Minggu kedua September 2009.
* Panasonic Indonesia, (021) 809-0108.
