Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Alamak... Penjualan Ponsel Abal-abal Capai 150 Juta Unit
Senin, 16 November 2009 | 10:34 WIB
|
Share:
Kompas/Riza Fathoni
Pengunjung mengantre untuk membeli telepon seluler dengan potongan harga bagi pemegang kartu kredit salah satu bank nasional di pusat perbelanjaan Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (30/10).

HELSINKI, KOMPAS.com - Meski aspal (asli tapi palsu), penjualan ponsel-ponsel buatan China yang meniru desain ponsel-ponsel ternama mengalami peningkatan sangat pesat. Bahkan, menembus angka penjualan yang lebih tinggi dari penjualan vendor ponsel ketiga dunia.

Penyebab kenaikan penjualan adalah strategi cuci gudang yang dilakukan para distributor serta tingginya penjualan ponsel abal-abal produksi China yang tidak memiliki lisensi. Ponsel aspal tidak cuma mengkloning model merek terkenal, tetapi juga menggunakan nama yang dimirip-miripkan dengan merek top, seperti Mokia. Kebanyakan ponsel abal-abal itu menggunakan chip buatan Mediatek.

Gartner menghitung, total ponsel aspal yang terjual tahun ini mencapai 150 juta unit, jauh di atas penjualan produsen ketiga terbesar dunia, LG Electronics. Produsen Korea Selatan itu hanya mampu menjual 117 juta ponsel. Catatans aja, Gartner menghitung penjualan dari toko ke konsumen akhir.

Ponsel abal-abal ini rupanya laku keras di tengah penjualan ponsel di pasar dunia terus mengalami penurunan. Namun, tren penurunan penjualan telepon seluler di pasar dunia berhenti di kuartal ketiga. Berdasarkan perhitungan lembaga riset pemasaran Gartner Global, penjualan ponsel global mengalami pertumbuhan tahunan (year on year) sebesar 0,1 persen di kuartal ketiga 2009.(Thomas Hadiwinata/KONTAN)

Sumber :
KONTAN

Ketika Calon Dokter Jadi Pengusaha Start-up Digital

Di balik aplikasi SpotDokter...

KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved