

JAKARTA, KOMPAS.com – Sepertinya tidak ada lagi yang menginginkan kartu memori microSD. Harga microSD pun tercatat 15% - 20% lebih rendah dibandingkan harga yang disodorkan oleh vendor chip.
Menurut DIgitimes, para manufaktur perangkat kini enggan membeli kartu microSD langsung dari produsen chip flash NAND. Sebab mereka bisa memperoleh harga yang lebih murah dari pihak ketiga.
Upaya untuk mengendalikan harga microSD tetap tinggi pun dilakukan oleh Samsung dengan cara membatasi jumlah yang dirilisnya. Namun permintaan pasar melemah, dan berdampak pada merosotnya harga jual microSD. Para produsen chip pun diminta untuk menurunkan harga penawarannya.
Kambing hitam dari kemerosotan harga microSD ini adalah SanDisk. SanDisk mulai memasok kartu microSD ke para pembuat perangkat flash NAND yang bermarkas di Taiwan dengan harga murah. Para produsen perangkat berbasis flash kemudian memasarkan kartu-kartu itu sebagai mereknya sendiri.
Menurut DRAMexhange, pada 11 November harga rata-rata untuk microSD berkapasitas 1GB dan 2GB turun masing-masing 4,51 persen dan 4,86 persen.
