

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai smartphone Android lokal pertama di Indonesia, IMO S900 masih berlisensi OHD (open handset distribution), belum mendukung GMS (Google Mobile Services) sehingga tak bisa mengakses bursa aplikasi Android Market. Namun, jangan khawatir smartphone tersebut miskin aplikasi karena produsen IMO telah mengusahakan model bursa aplikasi yang menyerupai Android Market.
Layanan yang diberi nama IMO Store tersebut nantinya menyediakan aplikasi-aplikasi yang bisa bekerja di smartphone Android buatannya baik yang gratis maupun berbayar. Khusus untuk aplikasi berbayar, sistem pembayarannya menggandeng Indosat Mega Media (IM2) melalui layanan i-pay.
"Untuk sementara, di handset tersebut langsung ada launcher ke layanan i-pay IM2. Tapi, nanti kita sudah mengembangkan aplikasinya sendiri tinggal menyelesaikan teknis menghubungkan ke i-pay," ujar Sarwo Wargono, Presiden Direktur PT Konten Indomedia Pratama, distributor utama IMO dalam peluncuran IMO S900 di Jakarta, Rabu (18/11).
Sarwo menambahkan, konten-konten yang tersedia tidak hanya aplikasi, tapi juga mengakomodasi konten musik, film, game, dan penjualan ritel seperti pemesanan buku, CD, karangan bunga, baju, dan sebagainya. Ia yakin ke depan jumlah konten dan aplikasi yang disediakan terus bertambah seiring makin populernya Android. Ia berharap pengembangan ni akan didukung ratusan pengembang yang sudah bekerja sama dengan IM2.
"Jadi kita tidak hanya jual handset tapi juga mengembangkan konten developer dan sistem penjualannya," lanjut Sarwo. Model bisnis tersebut diyakini mendorong industri kreatif di Indonesia.
