Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Incar Data tak Terstruktur, EMC Gandeng Virtus
wiek | Kamis, 26 November 2009 | 15:38 WIB
|
Share:
Wiwiek Juwono
Christian Atmadjaja (Direktur, PT Virtus Technology Indonesia), " (pasar) Storage akan terus bertambah walaupun ada pemangkasan di beberapa industri."

JAKARTA, KOMPAS.com – Masa tak kenal EMC2? Perusahaan ini sudah lama malang-melintang di bidang storage. Namun bisnis EMC, begitu tegas Adi Rusli (Country Manager, PT EMC Information Systems), bukan hanya di storage. “44% bisnis memang ada di hardware, tetapi 40%-nya di software dan 16% di services,” ungkapnya.


EMC, kata Adi, adalah pemimpin pasar di area storage dunia. “Kami juga satu-satunya yang bisa melakukan deduplikasi di tingkat file sistem,” kata Adi bangga. Ia menjelaskan, urusan menyimpan data dan informasi memang merupakan bisnis utama EMC. “Produk unggulan kami adalah unified storage, yang tidak peduli tipe konektivitas. Juga bisa file archiving. Sementara kompetitor bicara tentang 3 – 4 storage yang berbeda. “

Selain storage secara hardware, EMC menawarkan info protection, yang biasanya berupa backup, dan juga intelligence. “Aset penting bagi perusahaan sebenarnya adalah informasi, yang saat ini masih di informasi terstruktur. Tapi banyak yang tersimpan dalam bentuk informasi tak terstruktur, seperti e-mail, fax, dan kertas. Di area ini EMC bermain, untuk mengubah dokumen legal menjadi sumber pengambilan bisnis, misalnya dengan e-discovery yang bisa melacak balik semua e-mail yang masuk dan keluar dan terkait dengan informasi tertentu,” jelas Adi.

Adi juga menyebutkan EMC sebagai pemimpin di solid state disk flash.” Belum tentu kompetitor punya (solusi) di solid state disk flash,” katanya bangga. Namun ia mengakui, EMC belumlah menjadi pemain utama di tanah air.

Karena itulah, demi mendongkrak pangsa pasar, tahun ini EMC menggandeng Virtus Technology Indonesia yang sudah memiliki 40 business partner sebagai distributor di Indonesia. “Kami akan bermain di sekitar solusi storage, seperti backup recovery. Prioritas kami adalah sektor telekomunikasi, public sector dan pemerintahan, juga perbankan. Sementara itu perusahaan pertambangan, perminyakan dan gas menjadi prioritas yang lebih rendah,” jelas Christian Atmadjaja (Director, PT Virtus Technology Indonesia). “Strategi kami adalah mengembangkan business partner sebanyak-banyaknya,” tambahnya.

Kemitraan dengan EMC disebutkan Christian sebagai upaya Virtus untuk melebarkan pasar dengan menawarkan nilai tambah. Sejak berdiri tahun 2007, Virtus berfokus di bidang WAN optimizing dan network bandwidth optimizing dan mendistribusikan produk Expands Networks dan Widpackets.



KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved