Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
UKM Cuek Urusan Backup Data
wiek | Selasa, 1 Desember 2009 | 16:49 WIB
|
Share:
Wiwiek Juwono
Yos Dappu (Enterprise Director, Symantec - Indonesia), " Kebanyakan (responden) akan duduk diam saat sistem TI-nya mati."

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada yang menarik pada hasil survei Symantec perioda Agustus – September 2009 yang melibatkan 1653 responden di Asia Pasifik dan 49 di antaranya merupakan UKM dan kustomernya di tanah air dan diumumkan akhir pekan lalu di Jakarta.

Dituturkan oleh Yos Dappu (Enterprise Director, Symantec), 34 UKM dan 15 kustomer UKM tanah air yang tercakup dalam surveinya mengaku sudah siap, alias punya sistem backup, untuk mengantisipasi jika sistem TI-nya down. Namun ternyata ini hanya sekadar persepsi. “Hanya satu dari tiga UKM yang tidak punya formal disaster recovery plan,” tutur Yos.

“87% yakin dan cukup puas dengan backup plan-nya. 87% yakin jika sistem TI mati, data mereka aman karena bisa dipindah ke server baru. Namun backup itu tidak konsisten. Hanya 60% perusahaan atau kustomer data yang di-backup. Dan hanya satu dari empat (responden) yang melakukan backup setiap hari,” urai Yos lagi.

Lalu apa yang dilakukan para UKM ini bila sistem benar-benar mati? Menurut Yos, 53% responden mengaku akan kehilangan minimal 40% data saat sistem mati. “Pertanyaannya, apa mau kehilangan data tersebut? Kebanyakan akan duduk diam menunggu sistem pulih. Padahal ada dua hal yang bisa memicu matinya sistem, yakni virus/hacker sebesar 70% dan listrik mati 68%. Namun setelah sistem mati, 40% kustomer UKM akan mengevaluasi opsi lain, termasuk pindah vendor,” jelas Yos.



KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved