Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Sayang, Banyak Aplikasi Operator yang Kurang Terpakai
wah | Rabu, 2 Desember 2009 | 17:38 WIB
|
Share:
APPLE
App tore bisa diakses langsung dari iPhone atau iPod Touch.

Oleh Dian Pitaloka Saraswati

KOMPAS.com
- Meski pasar Indonesia relatif besar, tidak banyak toko aplikasi online milik para vendor yang menyasar konsumen negeri ini. Jadi, jelas, aplikasi dari toko aplikasi asing itu tidak banyak gunanya bagi konsumen di Indonesia.

Sebagai contoh, dalam toko aplikasi milik Android, ada salah satu aplikasi yang menyediakan informasi pompa bensin, ketersedian ATM, dan publik utilitas terdekat di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS). Aplikasi ini sifatnya sangat lokal, jadi tidak bisa dipakai konsumen Indonesia.

"Nilai lokalitas itu penting, buat apa menjual aplikasi luar negeri yang kurang berguna," kata Usun Pringgodigdo, General Manager LG Mobile Communications Indonesia. Maka, vendor asal Korea Selatan itu belum membuka gerai di Indonesia.

Seperti halnya sekondannya itu, Samsung juga belum terjun ke pasar Indonesia. Sama
seperti LG, Samsung masih memberikan secara gratis aplikasi standar, seperti wallpaper, theme, atau layanan ringtone. "Ada yang gratis ada yang harus dibayar dengan pulsa," kata Product Marketing HHP Business Department PT Samsung Electronics Indonesia Romeo Michael Vau.

Menurut Usun, LG belum membuat format yang tepat untuk pasar aplikasi di Indonesia. Hal tersebut kemungkinan baru terealisasi tahun depan. Masalah yang harus dibenahi adalah pembayaran pengunduhan aplikasi, yang selama ini bisa lewat kartu kredit atau pemotongan pulsa (tagihan) lewat operator. "Kami lebih suka dengan kartu kredit, karena operator juga sudah punya layanan data sendiri," kata Usun.

Berapa sebenarnya harga aplikasi itu? Menurut Lembaga Analis Aplikasi Distimo, aplikasi buatan Apple lebih murah daripada yang lain. Distimo mencatat, harga rata-rata aplikasi di AppWorld BlackBerry sekitar US$ 5,6, sedangkan di Apple dan Android hanya US$ 2,99. Ilustrasinya, di AppWorld, games football NFL dijual seharga US$ 4,99, sedangkan harga di pesaingnya hanya sekitar US$ 2,99.

Salah satu penyebab perbedaan harga itu adalah pembagian keuntungan antara vendor dan pengembang. Nokia dengan Ovi Store dan AppShop Apple mematok bagian 30 persen dari hasil penjualan. Sementara BlackBerry 20 persen.

Lalu, apa aplikasi yang cocok buat konsumen Indonesia? Djunadi Satrio, Kepala Pemasaran Sony Ericsson Mobile Communications Int'1 AB, mengatakan kebiasaan sebagian besar masyarakat kita masih berkutat pada SMS dan menelepon (voice).

la menunjuk, bagaimana susahnya operator mengembangkan layanan data. Banyak layanan yang kurang terpakai seperti MMS. "Jadi harus ada kejelasan dalam melihat potensi," katanya.



KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved