Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Korea Utara Juga "Goes Open Source"
wah | Selasa, 9 Maret 2010 | 08:11 WIB
|
Share:
MIKHAIL
Tampilan browser Firefox yang dimodifikasi pada Linux Red Star.

PYONGYANG, KOMPAS.com — Korea Utara tidak hanya punya jaringan internet sendiri yang tidak tergantung regulasi AS, tapi juga mulai menggarap sistem operasi sendiri. Pemerintahan Kim Jong Il mensponsori pengembangan software yang diberi nama Red Star berbasis open source. Seperti Indonesia Goes Open Sorce (IGOS), Pemerintah Korut pun mencanangkan hal sejenis.

Red Star pada dasarnya bukan software yang benar-benar baru, tetapi distro Linux yang dirancang bernuansa Korea Utara. Kehadiran Red Star dilaporkan Mikhail, mahasiswa asal Rusia yang tengah kuliah di Universitas Kim Il-sung dalam blognya.

Sistem operasi tersebut telah dikembangkan para pakar IT Korut sejak tahun lalu. Kim Jong Il memberikan pengantar khusus dalam dokumen readme file pada paket instalasinya dengan menyebut pentingnya sistem operasi berbasis Linux untuk mendukung tradisi Korea.

CD installer Red Star dijual umum dengan harga 5 dollar AS. Pemerintah Korut membebaskan penjualan sistem operasi ini tanpa harus melalui pendaftaran, seperti barang-barang komputer lainnya. Ada dua versi, server dan klien, dan hanya menggunakan bahasa Korea.

Tampilannya cukup familier karena berbasis K Desktop Environment (KDE) versi terbaru. Temanya pun bergaya Korea Utara dengan logo-logo khas negara komunis tersebut. Seperti distro Linux pada umumnya, Red Star juga sudah dilengkapi aplikasi open source, seperti Open Office, browser berbasis Firefox yang dimodifikasi dengan nama sendiri, e-mail client, antivirus buatan sendiri, multimedia player, dan beragam game.


Ketika Calon Dokter Jadi Pengusaha Start-up Digital

Di balik aplikasi SpotDokter...

KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved