Proyektor EB-450Wi, Whiteboard Digital dari Epson

KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO

Dengan jarak proyektor ke layar yang hanya 7 cm, bayangan presenter dapat diminimalkan. Sementara, pena infrared membuat layar menjadi bidang touchscreen. Semua keunggulan itu yang ditawarkan dalam produk proyektor EPSON terbaru EB-450Wi, yang diluncurkan malam ini (Sabtu, 12/6/2010) di Kuta, Bali.

KUTA, KOMPAS.com - Penggunaan proyektor untuk kebutuhan belajar di kelas bukan lagi menjadi hal baru saat ini. Tak hanya presentasi bisnis, banyak sekolah dan lembaga pendidikan memakai proyektor agar materi pengajaran dapat disampaikan dengan lebih baik.

Tapi, kemajuan teknologi itu bukan tanpa kekurangan. Pancaran sinar proyektor yang memancar ke layar, sering kali menghantam tubuh presenter, dan melahirkan bayangan hitam yang justru menutup layar. Sementara, penggunaan laser pointer belum mungkin mendukung interaktifitas terhadap materi yang tampil pada layar.

Lantas, adakah solusi untuk segala masalah itu? Malam ini (Sabtu, 12/6/2010) di Kuta, Bali, PT EPSON Indonesia memperkenalkan sebuah produk baru yang diyakini akan menggantikan fungsi 'whiteboard'.

Proyektor EB-450Wi diluncurkan sebagai proyektor yang memiliki jarak amat dekat layar, hanya sekitar 7cm. Artinya, proyektor cukup digantung sejauh 7cm dari layar, dan materi presentasi sudah dapat tampil di layar, dengan ukuran diagonal hingga 60 inch. Jarak lensa ke layar pun hanya 45 cm. Semua kelebihan itu memungkinkan proytektor digunakan dalam ruang yang sempit, dan tak ada lagi gangguan bayangan tubuh yang menutup layar. 

"Itulah fitur yang disebut ultra-short throw, meminimalkan bayangan dan memungkinkan berbagai permukaan menjadi area presentasi, tak cuma layar, tapi pun dinding dan permukaan halus lainnya," kata Chris Herman Gunawan, Business and Corporate Division Manager.

Nah, yang juga istimewa, proyektor ini dilengkapi dengan fitur interaktifitas. Berkat bantuan pena infrared, layar monitor di dinding ataupun whiteboard dapat 'disulap' menjadi layar touch-screen. Pena 'ajaib' itu menggantikan fungsi mouse pada laptop, sekaligus menjadi 'spidol' untuk menulis pada layar. "Semua file yang dihasilkan, tentu dapat disimpan dalam format asalnya seperti pada komputer," kata Chris lagi.

Paket proyektor dengan resolusi 1280x800 WXGA alias widescreen ini dijual satu paket dengan braket dinding (wall mount) untuk kemudahan instalasi. Sementara teknologi 3 panel LCD terpisah (merah, hijau dan biru) memungkinkan gambar tampil lebih halus tanpa perubahan pemisahan warna, atau lebih dikenal dengan efek pelangi.

Lalu, berapa harga produk baru ini? Akankah lembaga pendidikan atau sekolah mampu membeli dan memakainya? 

Pihak Epson menyebutkan, produk dipasarkan dengan harga 2.869 dollar AS, atau hampir Rp 30 juta. "Tugas kami adalah mengedukasi pihak-pihak lembaga pendidikan tentang penghematan yang dapat dilakukan dengan memakai produk ini. Memang terasa agak mahal di awal, tapi untuk pemakaian jangka panjang dan kelengkapan fungsi, produk ini justru menawarkan efisiensi," kata Chris yakin.

 

TERBARU
Hardware
Sabtu, 22 November 2014 16.39 WIB
Gorilla Glass Terbaru bikin Smartphone Tahan Jatuh
Gadget
Sabtu, 22 November 2014 14.49 WIB
Minggu Depan, Smartphone Tertipis Oppo R5 bisa Dipesan
e-Business
Sabtu, 22 November 2014 12.54 WIB
Bill Gates Menyumbang Hampir Rp 70 Miliar
Hardware
Sabtu, 22 November 2014 10.49 WIB
Lenovo Dukung "Pesta" Para Kreator di Jakarta
Gadget
TERPOPULER
Rabu, 19 November 2014 10.58 WIB
Pidato Jokowi di APEC Jadi Video Parodi
Jumat, 21 November 2014 15.34 WIB
Ini Alasan Lihat Ponsel Tidak Boleh Menunduk
Rabu, 19 November 2014 14.56 WIB
Ahok Dilantik Jokowi, #GubernurAhok Mendunia Lagi
Senin, 17 November 2014 09.58 WIB
Begini Cara Mematikan Fitur "Read" di WhatsApp Android
Selasa, 18 November 2014 08.05 WIB
"Password" Milik "Hacker" Top Ternyata Gampang Ditebak
Rabu, 19 November 2014 06.02 WIB
Nokia "Lahir Kembali" Lewat Tablet Android N1
Senin, 17 November 2014 10.35 WIB
Nokia Dipastikan Stop Produksi "Smartphone" Selamanya
Minggu, 16 November 2014 15.16 WIB
Masuk Servis, Xiaomi "Tak Resmi" Beda Perlakuan