

PESAWARAN, KOMPAS.com - Sebagian warga di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung menjadikan warung internet (warnet) sebagai tempat favorit untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa.
"Kami bersama teman-teman memanfaatkan waktu luang sepulang sekolah sambil bermain game online dan sengaja menunggu waktu berbuka puasa tiba di warnet," ujar Irwan (15), Minggu (15/8/2010).
Menurut dia, menunggu sore di warnet tidak terasa, sehingga lebih banyak pelajar dan sebagian warga melakukan aktivitas di tempat itu.
Kalau saat libur kemarin, bisa sejak subuh mulai bermain ke warnet yang ada di daerah itu, namun sekarang setiap pulang sekolah saja.
"Menunggu waktu berbuka dengan bermain game online bersama teman-teman puasa tidak terasa, bahkan tahu-tahu sudah magrib," papar dia.
Randi (14), pelajar lainnya mengaku sengaja berombongan datang ke warnet untuk bermain game online, yang telah dimainkannya sejak beberapa bulan yang lalu.
Kegiatan itu membuat kecanduan, dapat menghabiskan waktu sejak pagi hingga waktu zuhur tiba untuk bermain RF Online, salah satu permainan petualangan online yang paling digemari.
Sementara itu, operator warnet, Anto (26) mengaku sejak memasuki bulan Ramadhan, warnetnya memang banyak dikunjungi konsumen berusia pelajar, tidak hanya satu terkadang mereka datang mencapai 10 orang sekali datang.
Semakin meningkatnya konsumen yang datang dan menggunakan jasa warnet tersebut, pemiliknya terpaksa memerintahkan operator untuk membuka warnet meski sudah memasuki waktu tarawih.
"Namun, saat waktu berbuka puasa, kami menutup warnet dan tak lama kami membukanya lagi karena banyak anak-anak dan remaja yang ingin bermain," katanya.
Untuk situs porno di warnetnya sudah diblokir, sehingga anak-anak dan siapa pun yang akan membuka situs tersebut tidak akan bisa.
"Semua situs oleh pemilik sudah dinonaktifkan, siapa saja yang mencoba membuka untuk melihat situs itu, perangkat komputer akan langsung restart atau mati dan mengulang dari awal, begitulah seterusnya," kata dia.
Ia juga menegaskan warnetnya tidak menyediakan bilik-bilik tertutup sehingga tidak memberikan peluang konsumen untuk mengakses situs yang terlarang itu.
