Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS

Perlukah layanan Blackberry diblokir?

Sensor BlackBerry
RIM Nyatakan Tunduk kepada Pemerintah
Tri Wahono | Senin, 17 Januari 2011 | 11:53 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/TRI WAHONO
Gregory Wade, Managing Director South East Asia RIM.

JAKARTA, KOMPAS.com Setelah berkali-kali diperingatkan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring untuk segera menyaring konten negatif dalam ponsel BlackBerry, Research in Motion akhirnya menyatakan patuh kepada Pemerintah Indonesia dan akan menyaring konten pornografi dalam layanannya. Kesepakatan ini didapat seusai pertemuan Kementerian Kominfo dengan RIM.

"Ada banyak yang dibicarakan tadi, salah satunya tentang content filtering. Perspektif kami adalah sepenuhnya patuh dan akan memenuhi jangka waktu dan prosedur pemerintah yang ada," ujar Managing Director South East Asia RIM Gregory Wade, Senin (17/1/2011) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Sikap tersebut diakui Wade merupakan bentuk komitmen RIM kepada pengguna BlackBerry di Indonesia. Ia melihat pertumbuhan BlackBerry di Indonesia sangat pesat. Bahkan Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna BlackBerry terbanyak di dunia. "Fokus kami memastikan kami sepenuhnya menaati apa yang dikatakan Menteri," katnya.

Menanggapi sikap RIM ini, pemerintah akan menyatakan sikap melalui Menkominfo Tifatul Sembiring dalam rapat dengar pendapat di Komisi I DPR pukul 14.00. "Ini memang sikap mereka, tapi tetap hak menentukan tenggat ada di tangan pemerintah," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto.

Gatot melanjutkan, dalam pembicaraan kali ini yang menjadi fokus pemerintah adalah filter pornografi. "Hal-hal lain, seperti penyadapan atau data center, masih akan dibicarakan nanti," ucapnya.


Pengguna Mig33 Sudah 50 Juta, Bagaimana Caranya?

Mig33 menjadi Facebook-nya...

KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved