Revitalisasi Jalur KA Undang Investor

Dibaca:
Komentar :
KOMPAS/HARYO DAMARDONO

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan (tengah) meninjau perbaikan Terowongan Lampengan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (5/5). Terowongan Lampengan dibangun Belanda pada 1879-1882. Terowongan ini digunakan oleh kereta api dari Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang-Bandung. Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah memperbaiki terowongan ini pada tahun anggaran 2010 dengan dana Rp 8 miliar.

Sukabumi, Kompas - Revitalisasi jalur rel kereta api di lintas Bogor-Sukabumi-Cianjur- Bandung telah mengundang kedatangan investor. Perekonomian mulai dibangkitkan dengan fasilitasi pembangunan prasarana oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

”Dalam beberapa tahun terakhir, kami menghabiskan dana sekurangnya Rp 300 miliar untuk revitalisasi jalur kereta Bogor-Bandung. Itu upaya pemerintah untuk menghidupkan jalur kereta yang dulu pernah mati,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan, Kamis (5/5) di Sukabumi, saat meninjau jalur kereta itu.

Ruas rel kereta terakhir yang direvitalisasi, yakni antara Sukabumi-Cianjur (40 kilometer), kata Tundjung, menghabiskan anggaran sekitar Rp 97 miliar. Terdiri dari anggaran Rp 70 miliar untuk perbaikan rel, Rp 19 miliar untuk wesel, dan Rp 8 miliar untuk terowongan Lampengan (676 meter).

Achmad Rizal, seorang pengusaha batubara di Kalimantan, misalnya, telah meminta izin Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan kereta uap wisata. Kereta itu akan melayani jalur Sukabumi hingga Terowongan Lampengan. Lokomotif uap akan dipreservasi dari Museum Transportasi Taman Mini dengan kereta kayu yang dipesan dari PT Industri Kereta Api (INKA).

”Dengan alam Jawa Barat yang indah, potensi kereta wisata sangat tinggi, seperti di Ambarawa. Beberapa kali saya membawa tamu turis dari Jepang, meski baru menggunakan angkot,” kata Rizal. Dia juga berencana membangun restoran tak jauh dari Stasiun Cireunghas di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bisnis

Menurut Dirjen Perkeretaapian, pemerintah memang mengundang investasi swasta di kiri-kanan jalur kereta yang sudah direvitalisasi. ”Pemerintah hanya sediakan sarana. Nah, terserah bagaimana swasta membangun bisnisnya. Syukur-syukur dapat menyerap banyak tenaga kerja,” kata Tundjung.

Tundjung mengatakan, pemerintah terbuka bila ada swasta yang ingin membangun sepur cabang ke perusahaan tertentu.

Untuk menghubungkan jalur rel utama dengan emplasemen perusahaan Aqua, misalnya, Tundjung mengharapkan dananya dapat diinvestasikan oleh Aqua sendiri, sedangkan Ditjen KA fokus di pembangunan jalur rel utama. (RYO)

Editor:

 

TERBARU
e-Business
Rabu, 27 Agustus 2014 17.50 WIB
Ini Rekanan Impor Xiaomi di Indonesia
Software
Rabu, 27 Agustus 2014 16.36 WIB
Instagram Hadirkan Aplikasi Hyperlapse
Gadget
Gadget
Rabu, 27 Agustus 2014 14.55 WIB
Xperia T3 Resmi Masuk Indonesia
Internet
Rabu, 27 Agustus 2014 14.40 WIB
Berapa Harga Android Pertama Xiaomi di Indonesia?
TERPOPULER
Kamis, 21 Agustus 2014 08.13 WIB
Google Street View Sudah Hadir di Jakarta
Minggu, 24 Agustus 2014 10.10 WIB
Ditantang, Bos Cantik Yahoo Pun Basah-basahan
Kamis, 21 Agustus 2014 19.44 WIB
Apakah Anda Tertangkap Kamera Google di Indonesia?
Minggu, 24 Agustus 2014 15.43 WIB
"Mimin" Kaskus Tantang Luna Maya dan Syahrini Mandi Es
Kamis, 21 Agustus 2014 13.47 WIB
Begini Cara Akses Google Street View Indonesia
Sabtu, 23 Agustus 2014 16.06 WIB
Bocor, Lekukan iPhone 6 Makin Jelas Terlihat
Senin, 25 Agustus 2014 14.23 WIB
Operator Tiongkok Tak Sengaja "Sebar" iPhone 6
Jumat, 22 Agustus 2014 16.25 WIB
Lenovo S850 "Warna Cantik" Dijual Rp 2,9 Juta
Senin, 25 Agustus 2014 13.09 WIB
Pendiri WhatsApp Umumkan "600 Juta" Sambil Mencibir