Revitalisasi Jalur KA Undang Investor

Sukabumi, Kompas - Revitalisasi jalur rel kereta api di lintas Bogor-Sukabumi-Cianjur- Bandung telah mengundang kedatangan investor. Perekonomian mulai dibangkitkan dengan fasilitasi pembangunan prasarana oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

”Dalam beberapa tahun terakhir, kami menghabiskan dana sekurangnya Rp 300 miliar untuk revitalisasi jalur kereta Bogor-Bandung. Itu upaya pemerintah untuk menghidupkan jalur kereta yang dulu pernah mati,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan, Kamis (5/5) di Sukabumi, saat meninjau jalur kereta itu.

Ruas rel kereta terakhir yang direvitalisasi, yakni antara Sukabumi-Cianjur (40 kilometer), kata Tundjung, menghabiskan anggaran sekitar Rp 97 miliar. Terdiri dari anggaran Rp 70 miliar untuk perbaikan rel, Rp 19 miliar untuk wesel, dan Rp 8 miliar untuk terowongan Lampengan (676 meter).

Achmad Rizal, seorang pengusaha batubara di Kalimantan, misalnya, telah meminta izin Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan kereta uap wisata. Kereta itu akan melayani jalur Sukabumi hingga Terowongan Lampengan. Lokomotif uap akan dipreservasi dari Museum Transportasi Taman Mini dengan kereta kayu yang dipesan dari PT Industri Kereta Api (INKA).

”Dengan alam Jawa Barat yang indah, potensi kereta wisata sangat tinggi, seperti di Ambarawa. Beberapa kali saya membawa tamu turis dari Jepang, meski baru menggunakan angkot,” kata Rizal. Dia juga berencana membangun restoran tak jauh dari Stasiun Cireunghas di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bisnis

Menurut Dirjen Perkeretaapian, pemerintah memang mengundang investasi swasta di kiri-kanan jalur kereta yang sudah direvitalisasi. ”Pemerintah hanya sediakan sarana. Nah, terserah bagaimana swasta membangun bisnisnya. Syukur-syukur dapat menyerap banyak tenaga kerja,” kata Tundjung.

Tundjung mengatakan, pemerintah terbuka bila ada swasta yang ingin membangun sepur cabang ke perusahaan tertentu.

Untuk menghubungkan jalur rel utama dengan emplasemen perusahaan Aqua, misalnya, Tundjung mengharapkan dananya dapat diinvestasikan oleh Aqua sendiri, sedangkan Ditjen KA fokus di pembangunan jalur rel utama. (RYO)

Editor:

 

TERBARU
e-Business
Selasa, 4 Agustus 2015 17.15 WIB
Smartfren dan XL Pamerkan Aplikasi Android ke Jokowi
Gadget
Selasa, 4 Agustus 2015 16.36 WIB
Ada Sensor Sidik Jari Unik di Xperia Z5?
Software
Software
Selasa, 4 Agustus 2015 14.46 WIB
Twitter Mulai Sajikan Konten Berita
TERPOPULER
Jumat, 31 Juli 2015 10.51 WIB
Windows 10 Lahir Gara-gara Microsoft Salah Duga
Sabtu, 1 Agustus 2015 08.31 WIB
5 Hal yang Perlu Diwaspadai dari Windows 10
Senin, 3 Agustus 2015 07.28 WIB
Windows 10 Gratis Bisa untuk Pengguna OS Bajakan
Jumat, 31 Juli 2015 18.25 WIB
Windows 10 Meluncur, Bos Mozilla Marah Besar
Jumat, 31 Juli 2015 10.26 WIB
Samsung Turunkan Harga Galaxy S6
Jumat, 31 Juli 2015 14.18 WIB
Apa Istimewanya Windows 10?
Senin, 3 Agustus 2015 12.51 WIB
Waspada, Jangan Tertipu Tawaran "Update" Windows 10