Aplikasi Resep Elektronik di Puskesmas

Dibaca:
Komentar :

BANDUNG, KOMPAS - Hasil pengembangan teknologi informatika dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung berupa Resep Elektronik diaplikasikan di Puskesmas Babakan Sari, Kota Bandung, Jawa Barat. Ini merupakan aplikasi teknologi Resep Elektronik oleh puskesmas yang pertama kali di Indonesia.

”Teknologi ini selain menunjang kecepatan proses administrasi juga dirancang untuk mendeteksi duplikasi dan komposisi obat yang merugikan. Sistem jaringannya meliputi bagian pendaftaran, pemeriksaan, dan pengambilan obat,” kata Ira Dewi Jani, mahasiswa S-2 Program Studi Elektro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB), Selasa (10/5) di Bandung.

Sejak tahun 2008, Ira, yang juga dokter umum, merealisasikan teknologi Resep Elektronik. Teknologi ini menjadi bahan tesis mahasiswa sebelumnya, Irma Melyani Puspitasari.

Irma, ahli farmakologi dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Bandung, juga menempuh S-2 di STEI ITB. Kolaborasi di antara keduanya menghasilkan program komputer Resep Elektronik.

Spesifikasi perangkat lunak sistem itu menggunakan memori 4,85 megabyte (MB) yang terdiri dari 4,40 MB untuk program dan 464 kilobyte (KB) untuk basis data awal. Basis program menggunakan XAMPP for Windows Version 1.5.1 free ware (29 MB).

Ringkas dan cepat

”Proses pengobatan pasien menjadi lebih ringkas dan cepat. Datanya bisa segera digunakan untuk membuat laporan,” kata Kepala Puskesmas Babakan Sari, Nurhasijati Ningsih.

Resep Elektronik diterapkan di Puskesmas Babakan Sari sejak 20 Maret 2010. Puskesmas itu menjadi pelopor administrasi nirkertas, transparan, dan akuntabel. ”Setiap transaksi keuangan dari pasien tercatat dan tidak bisa diedit lagi sehingga membutuhkan kehati-hatian saat memasukkan data,” kata Ningsih.

Resep Elektronik menjadikan proses administrasi pasien sejak mendaftar hingga mengambil obat dilakukan melalui hubungan antarkomputer. Pasien hanya perlu membawa kartu berobat yang isinya nomor penanda rekam medis yang sudah disimpan di dalam server komputer.

Petugas puskesmas tidak perlu mencari berkas pasien dalam rak arsip. Setiap dokter yang memeriksa pasien bisa langsung mencantumkan keluhan, diagnosis, berikut resep untuk pasien ke dalam kolom perangkat lunak Resep Elektronik. Pasien yang selesai menjalani pemeriksaan tinggal menyebutkan nomor pasien kepada bagian farmasi untuk mendapat obat tanpa harus membawa kertas resep.

Ningsih mengatakan, dampak paling ringan dari adanya interaksi obat yang merugikan adalah menurunkan efektivitas salah satu obat maupun gangguan kesehatan lain. Interaksi obat tertentu bisa berdampak fatal, seperti sindrom Steven Johnson dengan gejala pengelupasan kulit hingga infeksi organ dalam.

Sejak dioperasikan setahun lalu, manfaat Resep Elektronik dirasakan para petugas puskesmas. Tidak lagi ada lalu lalang petugas untuk mencari arsip rekam medis, begitu pula dengan dokter yang mencetak laporan pemeriksaan.

Sistem Resep Elektronik ini mengharuskan ruang pendaftaran dan ruang poli pemeriksaan memiliki komputer yang saling tersambung. Ira menuturkan, inovasi ini belum banyak diaplikasikan oleh puskesmas lain.

”Puskesmas ini beberapa kali dikunjungi tamu luar negeri. Namun, belum ada upaya dari Pemerintah Indonesia untuk mereplikasikan ke puskesmas lain,” kata Ira. (ELD/NAW)

Editor:

 

TERBARU
Gadget
Jumat, 31 Oktober 2014 12.15 WIB
Ada Diskon HTC di "Taiwan Excellence" Indocomtech
e-Business
Jumat, 31 Oktober 2014 11.11 WIB
Motorola Resmi Jadi Milik Lenovo
Internet
Jumat, 31 Oktober 2014 10.50 WIB
Menkominfo Didesak Tuntaskan Kasus IM2
Gadget
Jumat, 31 Oktober 2014 10.22 WIB
Yuk, Coba Produk Taiwan di Indocomtech
e-Business
Jumat, 31 Oktober 2014 09.53 WIB
Pencipta Android Hengkang dari Google
TERPOPULER
Selasa, 28 Oktober 2014 10.21 WIB
Menkominfo: Internet Indonesia Sudah Kencang
Minggu, 26 Oktober 2014 17.38 WIB
Rudiantara, Menkominfo di Kabinet Kerja
Senin, 27 Oktober 2014 10.29 WIB
Mengenal Rudiantara, Menkominfo Kabinet Jokowi
Rabu, 29 Oktober 2014 09.25 WIB
OPPO N3 Akan Dirilis, Ini Inovasinya!
Selasa, 28 Oktober 2014 09.35 WIB
Onno W. Purbo Beri "PR" untuk Menkominfo
Rabu, 29 Oktober 2014 12.43 WIB
Bos Xiaomi: iPhone 6 Menjiplak HTC
Senin, 27 Oktober 2014 11.04 WIB
Ini Akun Twitter 21 Menteri Kabinet Jokowi
Kamis, 30 Oktober 2014 14.57 WIB
Inilah Pesan Pertama yang Dikirim via Internet
Jumat, 24 Oktober 2014 15.47 WIB
Nama Nokia Berakhir di Kelas Bawah