Sempat Melambung, Saham LinkedIn Terancam Anjlok

NEW YORK, KOMPAS.com — Saham LinkedIn terancam anjlok sampai harga terendahnya di level 30 dollar AS per saham. Gamco Investors Inc memperkirakan hal ini akan terjadi karena para investor akan melakukan aksi jual, mengingat harga saham perusahaan jejaring profesional ini sudah kelewat tinggi.

Pada perdagangan saham di hari pertamanya, 19 Mei 2011, saham LinkedIn sempat melesat hingga dua kali lipat ke level 122,70 dollar AS per saham, dari harga pembukaan di level 45 dollar AS per saham. Namun, hari-hari berikutnya harga saham LinkedIn terus merosot. Selasa (24/5/2011), harga saham LinkedIn turun 5,2 persen ke posisi 88,30 dollar AS per saham.

Dalam pelaksanaan penawaran saham perdana atawa initial public offering (IPO), LinkedIn menjual sebanyak 7,8 juta saham. Sementara sebanyak 85,7 juta saham kelas B dikantongi oleh orang dalam dan manajer investasi. Saham kelas B ini tidak boleh dijual hingga 180 hari setelah IPO.

"Karena ketersediaan saham di pasar meningkat, harga saham bakal turun. Investor segera menjual saham ini untuk mengambil untung," ujar Lawrence Haverty, analis Gamco Investor Inc. (Kontan/Rizki Caturini)

Editor: Tri Wahono

 

TERBARU
Gadget
Jumat, 28 Agustus 2015 16.21 WIB
Dollar Mahal, Asus Malah Sebar Diskon Zenfone 2
Software
Jumat, 28 Agustus 2015 15.46 WIB
30 September, Evernote Food Ditutup Selamanya
Gadget
Jumat, 28 Agustus 2015 15.06 WIB
Galaxy Note 5 64 GB Belum "Berani" Masuk Indonesia
Internet
Gadget
Jumat, 28 Agustus 2015 13.53 WIB
Keyboard Fisik Galaxy Note 5 Dibanderol Rp 850.000
TERPOPULER
Kamis, 27 Agustus 2015 07.41 WIB
Ramai Petisi Online "Stop Kebencian", Ada Kasus Apa?
Senin, 24 Agustus 2015 17.06 WIB
Satu Juta Domain .id Akan Dibagikan Gratis
Senin, 24 Agustus 2015 11.48 WIB
"Pattern Lock" Android Ternyata Gampang Ditebak
Selasa, 25 Agustus 2015 20.44 WIB
20 Tahun Lalu, Inilah Kehebohan Peluncuran Windows 95
Rabu, 26 Agustus 2015 14.28 WIB
7 Smartphone Adu Cepat Di-charge, Juaranya?
Kamis, 27 Agustus 2015 20.21 WIB
Mantan CEO Apple Rilis 2 Ponsel Android Murah