Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Bangkok Bersiap Hadapi Banjir Baru
Egidius Patnistik | Senin, 24 Oktober 2011 | 15:16 WIB
|
Share:
AP
Para pekerja dan relawan mengisi karung dengan pasir yang akan digunakan untuk mencegah banjir masuk Bangkok.

BANGKOK, KOMPAS.com - Jutaan orang di ibu kota Thailand, Bangkok, Senin (24/10/2011), dengan gelisah bersiap menghadapi banjir yang tampaknya tak dapat dibendung, setelah peringatan baru dikeluarkan agar warga mengungsi dari daerah bahaya.

Bangkok Metropolitan Authority (BMA), Minggu larut malam menyatakan, air dalam jumlah berlimpah akan membanjiri Bangkok, yang berada di dataran rendah, dan mengancam enam kabupaten di kota itu, termasuk daerah di sebelah utara pusat kota. Pengumuman itu dikeluarkan setelah pemerintah Thailand menyatakan akan mendirikan pusat pembagian pangan di Bangkok guna membantu dalam mengisi kembali rak pasar swalayan dalam persiapan menghadapi banjir. Sejauh ini, ibu kota Thailand itu lolos dari genangan air.

Beberapa bagian lain negeri itu telah dilanda hujan lebat musim panas selama tiga bulan, sehingga menewaskan lebih dari 350 orang dan merusak rumah serta mempengaruhi kehidupan sembilan juta orang. Keenam kabupaten di Bangkok yang sekarang menghadapi masalah meliputi Chatujak, tempat pasar raksasa akhir pekan yang terkenal bagi wisatawan, dan Don Mueang -tempat pelabuhan terbesar kedua di kota tersebut yang saat ini meningkat jadi pusat pengungsi korban banjir.

BMA hari Minggu mendesak penduduk di daerah itu -yang menghadapi "potensi bahaya terhadap keselamatan dan harta" agar mengungsi ke tempat penampungan darurat. Pemerintah juga telah menyatakan bahwa pemerintah  berencana membahas berbagai langkah dalam satu pertemuan kabinet pada Selasa guna membantu ratusan pabrik yang dipengaruhi banjir di negeri tersebut untuk kembali beroperasi, antara lain dengan bantuan keuangan dan insentif pajak.

Pemerintah sedang berusaha mengeringkan miliaran kubik meter air dari bagian hulu negeri itu ke laut melalui sungai dan kanal di kota tersebut dan sekitarnya dengan membuka pintu air di ibu kota Thailand, tindakan yang mengandung beresiko

Sumber :
ANT, AFP

Pengguna Mig33 Sudah 50 Juta, Bagaimana Caranya?

Mig33 menjadi Facebook-nya...

KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved