Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
HOMEINTERNETCYBERLIFEGADGETLIFESTYLEE-BUSINESSTELECOMSOFTWAREHARDWARESTARTUPLOKALINDEKS
Banjir, Rugikan Produsen Mobil Thailand Rp4,5 Triliun
Zulkifli BJ | Senin, 24 Oktober 2011 | 16:04 WIB
|
Share:
Christophe Archambault/AFP/Getty Images
Mobil Honda yang dirakit di Ayutthaya ditelan banjir

BANGKOK, KOMPAS.com - Selama ini hanya dilaporkan, produsen mobil Jepang, seperti Honda, Nissan dan Toyota (terakhir munyusul Mitsubisi dan Mazda)  harus menghentikan produksinya gara-gara banjir besar yang melanda Thailand sampai saat ini.

6.000 unit
Terakhir menurut Toshiyugi Shiga, Ketua Japan Automobile Manufacturess Asscociation (JAMA, semacam GAIKINDO-nya Indonesia), setiap hari Thailand harus kehilangan 6.000 unit mobil yang seharusnya diproduksi. Hal itu disampaikan Shiga dalam suatu pers konfrerensi dengan wartawan akhir minggu lalu di Tokyo.

Sementara itu, menurut Bloomberg yang mengutip JP Morgan Chasel & Co., industri yang paling parah menderita akibat banjir Thailand adalah produsen mobil. Diperkirakan total kerugian selama sebulan akan mencapai 500 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 4,5 triliun.

Toyota, Honda, Nissan dan Mitsubishi sudah menghentikan produksi. Shiga yang juga COO Nissan mengatakan, produsen komponen Jepang sedang mencari pemasok komponen dari negara lain, termasuk Jepang agar perakitan di Thailand bisa jalan. Produsen mobil Jepang di Thailand memproduksi 1,6 juta unit pada tahun lalu.  

Bencana Kedua
Tahun ini, Thailand menargetkan bisa memproduksi 1,8 juta unit mobil. Namun karena bencana gempa dan tsunami Jepang pada Maret lalu, diperkirakan target tersebut tidak akan tercapai. September lalu, sebenarnya, produksi mobil di Thailand baru saja pulih. Karena itulah, banjir sekarang ini merupakan bencana kedua.

Thailand - dijuluki Detroit Asean - saat ini mengalami banjir terburuk dalam 50 tahun terakhir.  Produsen mobil Jepang di negara tersebut belum bisa memastikan kapan produksi mereka pulih kembali. “Susah memastikan kapan produksi mobil di Thailand kembali normal,” jelasShiga. Sementara itu diberitakan, ekspor Camry dan Prius ke Inggris kini juga terhenti.   

Ford Motor, dikabarkan telah menghentikan produksi sejak 19 Oktober lalu (model utama yang diproduksi di Thailand adalah Ranger dan Fiesta). Sementara General Motors mengaku belum terpengaruh karena banjir di Thailand.  

Honda yang telah menjadi Thailand basis produksi Honda kedua terbesar di Asia, merakit Civic, Accord, City dan CR-V dan mempunyai 40 pemasok yang membuat komponen bodi, mesin, suspensi dan sistem rem, kini masih terendam banjir.

Sumber :
Bloomberg

Pengguna Mig33 Sudah 50 Juta, Bagaimana Caranya?

Mig33 menjadi Facebook-nya...

KOMPAS.com
© 2008 - 2012 KOMPAS.com - All Rights reserved