U19 banner dropdown

Ketika Malaikat Bicara Haji

Dibaca:
Komentar :
JITET

Oleh Syafiq Basri Assegaff, Peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina

Alkisah, pada suatu musim haji, dua malaikat bercakap-cakap di dekat Kabah di Masjidil Haram.

- Berapa jumlah orang yang naik haji tahun ini?

- Enam ratus ribu.

- Berapa yang diterima hajinya?

- Hanya dua orang, salah satunya bahkan tidak menunaikan hajinya ke sini.

Kisah bernuansa sufi itu dinisbatkan kepada ulama Abdullah bin Mubarak yang bermimpi bertemu dua malaikat saat ia tidur di dekat Kabah. Dalam mimpi itu, malaikat menyatakan, seorang yang tidak pergi, tetapi diterima hajinya itu adalah Ali bin Al-Mufiq, orang Damaskus.

Belakangan, Abdullah pun mencarinya. Ternyata Al-Mufiq adalah tukang semir sepatu yang menyerahkan 3.000 dinar hasil jerih payah yang ditabungnya untuk bekal haji kepada seorang tetangga dengan anak-anak yang sudah tiga hari kelaparan.

Esensi haji

Itu dulu. Itu di Damaskus. Di Indonesia, yang terjadi sekarang ini berbeda. Di media sosial Twitter terbetik pembicaraan bahwa meski tiap tahun jumlah jemaah haji kita terus meningkat, agaknya banyak di antara mereka adalah para koruptor yang menganggap bisa mencuci uang haramnya di Masjidil Haram.

Namun, ulama bilang, ”Mereka beranggapan sepulang haji akan bersih dari dosa, padahal haji yang dibiayai uang haram sama sekali tak akan diterima.” Bahkan, seorang yang pergi haji, tetapi membiarkan tetangganya yang kelaparan pun tidak akan mabrur sekalipun uang yang dipakai berhaji itu uang halal.

Mungkin saja mereka lupa pada salah satu esensi ajaran Islam berupa Tauhid al-Ibadah, sebagaimana dicontohkan Ibrahim AS (’Alaihis Salam) dan keluarganya. Mungkin mereka lupa haji itu sebuah cermin pernyataan tekad tentang kesiapan menghamba hanya kepada Tuhan, bukan kepada uang atau kekuasaan, yang secara tegas diwujudkan dalam kalimat talbiyah: Labbaik Allahumma Laka Labbaik. Haji itu sebuah penelusuran sejarah pengabdian Ibrahim dan keluarganya, sebuah ”tapak tilas” pengorbanan bagi............(selengkapnya baca Harian Kompas, Jumat 5 November 2011, halaman 7)

 

Editor: Heru Margianto

 

TERBARU
Internet
Kamis, 2 Oktober 2014 16.00 WIB
Kecepatan Internet Indonesia Nomor 101 Dunia
Gadget
Kamis, 2 Oktober 2014 14.30 WIB
Menjajal Kamera di Samsung Galaxy K Zoom
e-Business
Kamis, 2 Oktober 2014 13.21 WIB
Rakuten Resmikan Program MicroB
Gadget
Kamis, 2 Oktober 2014 12.02 WIB
Zenfone 4 Kebagian Android KitKat 4.4
Gadget
Kamis, 2 Oktober 2014 11.11 WIB
Oktober, "Emas" Debut di iPad Air 2?
TERPOPULER
Jumat, 26 September 2014 15.00 WIB
Protes RUU Pilkada, "Netizen" Jadikan SBY Foto Guyonan
Selasa, 30 September 2014 11.22 WIB
Penjelasan Twitter soal Hilangnya "ShameOnYouSBY"
Jumat, 26 September 2014 11.47 WIB
#ShameOnYouSBY Jadi "Trending Topic" Dunia
Minggu, 28 September 2014 12.48 WIB
Benarkah Twitter Blokir #ShameOnYouSBY?
Selasa, 30 September 2014 13.36 WIB
Mulai Hari Ini, Tifatul Bukan Lagi Menkominfo
Jumat, 26 September 2014 16.52 WIB
"Samsung Sudah Punya 'iPhone 6' Setahun Lalu"
Jumat, 26 September 2014 08.33 WIB
Ini Tanggapan Apple Tentang iPhone Melengkung
Rabu, 1 Oktober 2014 06.31 WIB
Bukan Windows 9, Microsoft Resmikan Windows 10
Rabu, 1 Oktober 2014 10.39 WIB
Lima Fakta Seputar Windows 10