Petani Kalsel Kesulitan Menoreh Karet

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Memasuki musim hujan, para petani karet di sejumlah di Kalimantan Selatan kembali kesulitan menoreh getah karet. Akibatnya produksi getah menurun hingga 30 persen dari musim kemarau.

Kosim, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Kecamatan Batangalai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang dihubungi dari Banjarmasin, Kamis (10/11/2011), menuturkan, hujan membuat aktivitas menyadap sulit dilakukan. Air hujan tidak saja membasahi pohon, tetapi juga alur sadapan. Air hujan masuk ke cawan tempat menampung getah.

"Akibatnya, getah bercampur air dan mengurangi kualitas karet. Getah juga sulit membeku, karena bercampur air," ujarnya.

Menurut Kosim, petani setempat biasanya mampu menoreh 180-200 kilogram getah per hektar setiap bulannya pada musim kemarau . Pada musim hujan seperti ini hanya sekitar 100 kilogram.

Masalah sulitnya menyadap muncul, sejak sekitar dua bulan terakhir dan sejak November curah hujan di Batangalai Timur kian besar. Hampir setiap hari hujan turun meski hanya sebentar.

"Saat puncak musim hujan nanti, hampir semua petani dipastikan tidak bisa beraktivitas karena hujan turun sepanjang hari," ucap Kosim.

Ironisnya, lanjut pria yang baru mendapat anugerah sebagai penyuluh swadaya kehutanan terbaik se-Kalsel 2011 itu, berkurangnya produksi karet tidak mempengaruhi harga jual di tingkat petani. Saat ini harga satu kilogram karet hanya Rp 13.000-Rp 14.000, sama seperti ketika masih musim kemarau.

"Untuk menjual hasil panen tidak ada kesulitan, karena barangnya sedikit. Berapapun jumlahnya, tetap dibeli oleh pedagang yang datang ke kampung. Soal harga memang mereka yang menentukan, petani tidak bisa berbuat banyak," kata Kosim.

Madroji, Ketua Kelompok Tani Alam Subur Desa Mangkauk, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, menambahkan, selain aktivitas penyadapan, masalah lain yang muncul ketika musim hujan adalah jamur. Parasit ini menyerang bagian daun lalu merembet ke ujung batang. Tanaman karet yang biasa terkena adalah yang masih muda.

"Untuk mengatasi bisa diobati dengan fungisida, dengan cara disemprotkan. Dalam sepekan biasanya akan menghilang. Namun, akhir-akhir ini ada juga yang susah dihilangkan," ujarnya.

Menurut Madroji, pengobatan paling tepat dilakukan saat musim kemarau. C urah hujan dan kelembaban yang tinggi selama musim hujan membuat jamur mudah tumbuh. Jamur berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

 

 

 

 

 

 

Editor: Agus Mulyadi

 

TERBARU
e-Business
Sabtu, 18 April 2015 17.04 WIB
Oppo Buka 3 Toko Sekaligus di Istana BEC Bandung
Gadget
Sabtu, 18 April 2015 15.17 WIB
Apple Watch Baru Bisa Dibeli di Toko Mulai Juni
e-Business
TERPOPULER
Senin, 13 April 2015 08.15 WIB
Kenapa Orang Sumatera Ogah Pakai "Smartphone"?
Kamis, 16 April 2015 14.32 WIB
Begini Cara Bedakan Galaxy S6 Asli dan "KW"
Rabu, 15 April 2015 13.15 WIB
Dibongkar, "Harga Asli" Galaxy S6 Edge Terungkap
Senin, 13 April 2015 09.40 WIB
Layar Apple Watch Tak Mempan Dibor dan Dipalu
Selasa, 14 April 2015 11.21 WIB
Diperbarui, WhatsApp di Android Tampil Lebih Segar