Soal Pencurian Pulsa, BRTI Akui Kecolongan

Kompas/Andy Riza Hidayat

Mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat, melaporkan penipuan pulsa ke posko pengaduan, Kamis (6/10/2011). Pos pengaduan di Depok ini baru dibuka untuk mewadahi pelanggan nomor seluler yang mengalami penipuan pulsa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Regulasi Teknologi Indonesia (BRTI) mengaku kecolongan atas kasus pencurian pulsa dari content provider (CP) yang terjadi beberapa waktu lalu. Sehingga pihaknya sedang menggenjot penyempurnaan regulasi yang mengatur layanan jasa SMS premium tersebut.

Anggota BRTI sekaligus staf khusus Kemenkominfo Adi Seno menjelaskan selama ini pihaknya hanya meminta pendaftaran resmi saja dari CP untuk memulai bisnis kontennya.

"Dulu mereka cukup registrasi saja. Kita belum punya pengawasan tentang hal demikian dan tidak pernah terpikir akan terjadi kasus pencurian pulsa seperti kemarin," ungkap Adi kepada KOMPAS.com, Rabu (30/11/2011).

Hingga saat ini, pihak BRTI mendapat kesempatan untuk menyempurnakan regulasi Peraturan Menteri Kominfo Nomor 1/P/M/Kominfo/1/2009 tentang Penyelenggaraan Jasa Pesan Premium.

BRTI diberikan waktu 3 bulan sejak penghentian layanan SMS premium pada 13 Oktober 2011 untuk segera menyelesaikan regulasi tersebut. Harapannya, regulasi ini akan menjadi acuan dalam penegakan kasus pencurian pulsa dan kasus-kasus terkait industri telekomunikasi lainnya.

Untuk melengkapi penyempurnaan regulasi, pihak BRTI juga masih terus melakukan pemanggilan kepada CP nakal. "Kita akan terus memanggil, kemarin kan sudah memanggil 9 CP, tapi sekarang masih lanjut. Termasuk kita akan mendata data kerugian konsumen," tambahnya.

Jika terbukti melakukan pelanggaran hukum, Adi Seno meminta para CP nakal ini bisa diproses secara hukum, baik pidana maupun perdata, sesuai hasil penyelidikan pihak kepolisian dan BRTI.

"Kita dengan pihak kepolisian masih meneliti, ada indikasi pelanggaran hukum atau tidak. Atau malah ada celah dari regulasi kita yang mampu dimanfaatkan oleh CP nakal," pungkasnya.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
e-Business
Selasa, 27 Januari 2015 12.22 WIB
MediaTek Buka Kantor di Markas Qualcomm
Gadget
Selasa, 27 Januari 2015 11.43 WIB
PS4 Edisi Spesial Laku Terjual Rp 1 Miliar
Internet
Gadget
Selasa, 27 Januari 2015 10.44 WIB
Casing Ini Bisa Perbesar Memori Ponsel
Internet
Selasa, 27 Januari 2015 10.15 WIB
Awal Februari, "The Pirate Bay" Aktif Kembali
TERPOPULER
Kamis, 22 Januari 2015 09.32 WIB
Bocoran Data Ungkap Waktu Jatuh AirAsia QZ8501
Kamis, 22 Januari 2015 06.50 WIB
Resmi, WhatsApp Bisa Digunakan di PC dan Laptop
Jumat, 23 Januari 2015 14.11 WIB
Terungkap, AirAsia QZ8501 Jatuh Sambil Berputar
Kamis, 22 Januari 2015 10.01 WIB
Cara Instalasi WhatsApp untuk PC
Rabu, 21 Januari 2015 09.24 WIB
Apa yang Terjadi Setelah "Checkout" di Lazada?
Rabu, 21 Januari 2015 10.38 WIB
Gudang Raksasa Lazada di Pinggir Jakarta
Jumat, 23 Januari 2015 11.16 WIB
#SaveKPK Bergema di Dunia Maya
Sabtu, 24 Januari 2015 15.16 WIB
Setelah Microsoft, Google Bongkar "Aib" Apple