Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |    Register   |  

Facebook Berharap Kasus India Tak Terjadi di Indonesia

Dibaca:
Komentar :
Tenni Purwanti

Suasana acara So Me Playground

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Facebook berharap apa yang terjadi di India tak akan terjadi di Indonesia. Hal itu disampaikan Nick Gibbons, Asia Pacifik Facebook Director, di sela-sela So Me Playground yang digelar di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (17/12/2011).

Di India, Facebook dan tiga perusahaan lainnya dipanggil oleh Pemerintah India untuk memblokir konten tertentu yang memicu kritik terhadap Pemerintah India. "Facebook sudah melakukan pembicaraan intensif dengan Pemerintah India dan menyatakan bahwa Facebook tidak berbahaya bagi pemerintah," ungkapnya.

Facebook, Twitter, dan Google, kata Nick, telah menjelaskan kepada Pemerintah India bahwa ketiga perusahaan tidak bisa membatasi pengguna untuk melakukan apa pun dari semua layanan yang dibangun.

"Itu adalah hak pengguna untuk melakukan apa pun. Kami memberikan layanan yang memudahkan orang terhubung dan berbagi banyak hal, di luar itu, bukan tanggung jawab kami," kata Nick.

Baginya, Facebook tidak akan ikut campur terhadap kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah di tiap-tiap negara. Ia menyebut China yang memblokir Facebook dan Twitter bagi warganya. Baginya itu sebuah keputusan yang tak bisa lagi digugat oleh Facebook karena itu hak pemerintah.

Tapi, jika Facebook yang harus melakukan pemblokiran, rasanya tidak akan mungkin bisa. "Saya berharap hal ini tidak akan terjadi di Indonesia," tutupnya.

Nick Gibbon menyatakan sangat senang bisa menghadiri pesta jejaring sosial di Jakarta dan bertemu dengan pengguna media sosial di Indonesia. Baginya, Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi Facebook sehingga Facebook harus mengembangkan teknologi yang membantu pengguna di Indonesia mengeksplorasi Facebook dengan lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Nick sempat mempresentasikan soal kemampuan geotagging di fitur Timeline Facebook. "Dengan geotagging ini, pengguna bisa check in dan bisa menambahkan foto serta video di peta," kata Nick.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Hardware
Minggu, 19 Mei 2013 11.54 WIB
GPS Membantu Peringatan Dini Tsunami
Internet
Minggu, 19 Mei 2013 11.05 WIB
Ada Kanal Khusus Film Horor di YouTube
e-Business
Minggu, 19 Mei 2013 10.57 WIB
Tamasya di Taman Bermain ala Google - Bagian 1
e-Business
Minggu, 19 Mei 2013 09.55 WIB
Yahoo Siapkan Rp 10 Triliun "Cash" untuk Tumblr
Gadget
Sabtu, 18 Mei 2013 16.27 WIB
Juni, BlackBerry Q10 Meluncur di Indonesia
TERPOPULER
Kamis, 16 Mei 2013 11.48 WIB
BBM di Android dan iOS, Apa Guna BlackBerry?
Sabtu, 18 Mei 2013 17.46 WIB
YouTube Bakal Bebas "Buffering"
Kamis, 16 Mei 2013 17.58 WIB
Kesan Pertama Menjajal BlackBerry Q5
Jumat, 17 Mei 2013 17.19 WIB
Microsoft Ejek Google di Parodi Iklan Chrome
Jumat, 17 Mei 2013 16.00 WIB
Sitra Wimax Hentikan Layanan Internet
Kamis, 16 Mei 2013 11.21 WIB
Bill Gates Ingin seperti Steve Jobs
Kamis, 16 Mei 2013 13.39 WIB
Kapan BlackBerry Q5 Masuk Indonesia?
Kamis, 16 Mei 2013 01.17 WIB
Google Perkenalkan Galaxy S4 Versi "Polos"
Kamis, 16 Mei 2013 15.19 WIB
Galaxy S4 Pecahkan Rekor Penjualan Tercepat