Pungutan Rp 2 Juta Dikembalikan kepada Guru

Dibaca:
Komentar :
Shutterstock

Ilustrasi

MEDAN, KOMPAS.com - Para guru sekolah dasar dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, Selasa (6/3), melaporkan, aparat dinas pendidikan telah mengembalikan uang yang mereka setorkan guna meluluskan ujian kompetensi awal. Namun, pengembalian disertai catatan, jika mereka diterima dalam ujian kompetensi awal pada 18 Maret nanti, uang itu wajib disetorkan kembali.

Sekretaris Gabungan Pendidik dan Tenaga Pendidik (GP Tendik) Sumatera Utara Abdul Latif Ibrahim mengatakan, laporan pengembalian dana muncul dari Kecamatan Dolok Masihul dan Kecamatan Sei Rampah di Kabupaten Serdang Bedagai. Sebanyak 20 guru telah menerima kembali uang yang mereka setorkan masing-masing Rp 2 juta.

Laporan juga muncul di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Sebanyak tujuh guru telah menerima pengembalian dana Rp 1 juta. Namun, yang bersangkutan tidak diminta untuk membayarkan kembali saat lulus. Kebanyakan guru yang menjadi korban adalah guru SD dan perempuan.

”Kami menduga pungutan terjadi hampir di seluruh daerah di Sumatera Utara. Kami meminta para guru berani bersuara,” kata Abdul Latif.

Pengembalian uang karena kasusnya sudah terkuak media.

Ketua Gabungan Pendidik dan Tenaga Pendidik Sumatera Utara FJ Pinem menambahkan, sejumlah guru SD di Serdang Bedagai juga mengeluhkan belum diterimanya tunjangan profesi secara utuh. Tahun 2010 kurang satu bulan dan tahun 2011 kurang dua bulan. Pada penerimaan terakhir, tunjangan bahkan kurang Rp 600.000.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai Rifai A Tanjung masih belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Namun, sebelumnya Wakil Bupati Serdang Bedagai Soekirman menyatakan, pihaknya terbuka terhadap kritik untuk membangun pendidikan di Serdang Bedagai.

Kepala Seksi Tenaga dan Fasilitas Pendidikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Deli Serdang Miska Gewa Sari saat dikonfirmasi mengaku terkejut dengan pemberitaan di media.

”Sudah kami telusuri pemberitaan itu dan kami tidak menemukan adanya guru yang menyetor uang dan pihak yang meminta uang,” tutur Miska.

Dalam beberapa kesempatan, kata Miska, pihaknya selalu mengingatkan para guru untuk tidak mau membayar apa pun dalam proses sertifikasi. Namun, ia mengakui, guru-guru SD sangat rentan teperdaya oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pihaknya juga menyatakan terus mengusut kasus ini.

Kepala Humas Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut Syamsir Alamsyah menyatakan tidak ada pungutan yang dilakukan LPMP terkait ujian kompetensi awal. Kelulusan juga ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selasa kemarin, GP Tendik Sumut juga menerima laporan pungutan di Kecamatan Tiga Ndreket, Kabupaten Karo. Para guru SD diminta Rp 2 juta oleh aparat dinas pendidikan setempat guna kelulusan ujian kompetensi awal. Namun, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Karo belum bisa dikonfirmasi. (WSI)

 

TERBARU
Internet
Sabtu, 1 November 2014 11.12 WIB
Google Didenda Gara-gara Belahan Dada
e-Business
Sabtu, 1 November 2014 10.01 WIB
Orang Indonesia "BBM-an" 23 Menit per Hari
Gadget
Sabtu, 1 November 2014 09.19 WIB
Acer Obral Duo Android Liquid di Indocomtech
Gadget
Gadget
Jumat, 31 Oktober 2014 16.14 WIB
iPhone 6 Masuk Indonesia Awal 2015
TERPOPULER
Selasa, 28 Oktober 2014 10.21 WIB
Menkominfo: Internet Indonesia Sudah Kencang
Minggu, 26 Oktober 2014 17.38 WIB
Rudiantara, Menkominfo di Kabinet Kerja
Jumat, 31 Oktober 2014 14.29 WIB
Laptop Mahal Dibanting dan Diinjak di Indocomtech
Senin, 27 Oktober 2014 10.29 WIB
Mengenal Rudiantara, Menkominfo Kabinet Jokowi
Rabu, 29 Oktober 2014 12.43 WIB
Bos Xiaomi: iPhone 6 Menjiplak HTC
Selasa, 28 Oktober 2014 09.35 WIB
Onno W. Purbo Beri "PR" untuk Menkominfo
Rabu, 29 Oktober 2014 09.25 WIB
OPPO N3 Akan Dirilis, Ini Inovasinya!
Kamis, 30 Oktober 2014 14.57 WIB
Inilah Pesan Pertama yang Dikirim via Internet
Senin, 27 Oktober 2014 11.04 WIB
Ini Akun Twitter 21 Menteri Kabinet Jokowi