Twitter, Sebuah Ruang "Ngobrol" Raksasa - Kompas.com

Twitter, Sebuah Ruang "Ngobrol" Raksasa

Kompas.com - 21/03/2012, 10:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski situs jejaring sosial Twitter telah menyediakan fasilitas direct message untuk berbalas pesan pribadi, tetap saja banyak orang yang menulis pesan pribadinya di timeline. Hal ini membuat Twitter menjadi sebuah ruang ngobrol raksasa, secara anekdotal.

Menurut Roby Muhamad, pakar jejaring sosial yang juga peneliti psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, sebenarnya basis Twitter adalah jejaring informasi, tidak ada embel-embel pertemanan di sana.

 
"Karena kita mem-follow seseorang, maka basisnya adalah aliran informasi. Apa yang di-tweet sama orang itu, ya, kita baca, kalau perlu kita bagikan lagi dengan cara re-tweet," ujar Roby saat ditemui Kompas.com di Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu.
 
Dewasa ini, banyak pengguna Twitter yang melaporkan aktivitas sehari-harinya dalam timeline. Ini telah menjadi fenomena yang kerap dilakukan di jejaring sosial lainnya dan tindakan macam ini sah-sah saja karena tidak ada larangan formal.
 
Namun, perlu diingat, lanjut Roby, menulis tweet itu sama dengan berbicara di depan mikrofon yang disambungkan ke delapan pengeras suara. "Ada ratusan bahkan ribuan orang yang akan membaca apa yang kita tulis," katanya.
 
Roby mengatakan, semua orang berusaha mengeksploitasi jejaring sosial untuk memopulerkan dirinya. Terlebih di Indonesia, orang cenderung lebih terbuka untuk bisa berteman dengan banyak orang.
 
"Dan karena jejaring sosial sifatnya rewarding yang menimbulkan kesenangan, kita harus mengontrol itu," ujar Roby.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorReza Wahyudi
    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM