CEO Yahoo Akui PHK Karyawan Keputusan Sulit

Dibaca:
Komentar :
Reuters

Yahoo!

KOMPAS.com CEO Yahoo Scott Thompson mengaku kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2.000 karyawannya merupakan keputusan yang sulit bagi perusahaan. Namun, keputusan itu harus tetap dilakukan.

Seperti disampaikan dalam rilis resmi Yahoo, kebijakan tersebut dilakukan untuk menyelamatkan bisnis Yahoo ke depan. Yahoo ingin bisnisnya mempekerjakan sedikit karyawan agar bisa lebih gesit dan lebih menguntungkan.

Prioritas yang ingin dilakukan adalah mengintensifkan bisnis inti dan memfokuskan seluruh sumber daya (termasuk karyawan) kepada bisnis inti tersebut. Artinya, ada potensi pengurangan pada divisi yang dianggap bukan bisnis inti Yahoo.

Tujuannya jelas untuk mempertahankan jumlah pengguna Yahoo dan mempertahankan para pengiklan.

"Sayangnya, untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan keputusan yang sulit, terutama menghilangkan posisi-posisi tertentu. Kami sangat menghargai kepada semua karyawan yang telah berkontribusi ke Yahoo selama ini," kata Thompson.

Sekadar catatan, Yahoo hingga saat ini telah memiliki sekitar 700 juta pengguna dan ribuan pengiklan di seluruh dunia. Selama ini dukungan pengguna dan pengiklan tersebut mampu mempertahankan bisnis Yahoo.

Namun, keputusan harus tetap dijalankan. Yahoo akan melakukan PHK terhadap sekitar 2.000 karyawannya secara bertahap. Pemangkasan akan dilakukan di semua divisi, tetapi yang terbesar ada di divisi produk.

Yahoo mengklaim, kebijakan ini akan mampu menghemat dana perusahaan sekitar 375 juta dollar AS setiap tahun. Sebagai kompensasinya, Yahoo akan memberikan pesangon kepada karyawan dengan nilai pengajuan sebesar 125-145 juta dollar AS di laporan keuangan kuartal II-2012.

Yahoo memiliki jumlah karyawan 14.100 orang hingga akhir 2011. Perusahaan ini mengalami penurunan pendapatan hingga seperlima pada 2011. Dalam waktu dekat, Yahoo akan merilis laporan keuangan kuartal I-2012 pada 17 April 2012.

 

TERBARU
Hardware
Sabtu, 22 November 2014 16.39 WIB
Gorilla Glass Terbaru bikin Smartphone Tahan Jatuh
Gadget
Sabtu, 22 November 2014 14.49 WIB
Minggu Depan, Smartphone Tertipis Oppo R5 bisa Dipesan
e-Business
Sabtu, 22 November 2014 12.54 WIB
Bill Gates Menyumbang Hampir Rp 70 Miliar
Hardware
Sabtu, 22 November 2014 10.49 WIB
Lenovo Dukung "Pesta" Para Kreator di Jakarta
Gadget
TERPOPULER
Rabu, 19 November 2014 10.58 WIB
Pidato Jokowi di APEC Jadi Video Parodi
Jumat, 21 November 2014 15.34 WIB
Ini Alasan Lihat Ponsel Tidak Boleh Menunduk
Rabu, 19 November 2014 14.56 WIB
Ahok Dilantik Jokowi, #GubernurAhok Mendunia Lagi
Senin, 17 November 2014 09.58 WIB
Begini Cara Mematikan Fitur "Read" di WhatsApp Android
Selasa, 18 November 2014 08.05 WIB
"Password" Milik "Hacker" Top Ternyata Gampang Ditebak
Rabu, 19 November 2014 06.02 WIB
Nokia "Lahir Kembali" Lewat Tablet Android N1
Senin, 17 November 2014 10.35 WIB
Nokia Dipastikan Stop Produksi "Smartphone" Selamanya
Minggu, 16 November 2014 15.16 WIB
Masuk Servis, Xiaomi "Tak Resmi" Beda Perlakuan