Pangkal Pinang, Kaya Sejarah, Sepi Turis

Dibaca:
Komentar :
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Bocah bermain sepeda di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung, Bangka Belitung, Selasa (12/4/2011). Pulau Belitung terkenal dengan keindahan wisata pantai pasir putih berbatu granit artistik.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkenal dengan kecantikan pantai-pantainya. Apalagi sejak ketenaran novel dan film Laskar Pelangi dengan latar belakang Belitung. Wisatawan yang datang ke provinsi ini pun semakin meningkat.

Namun, Bangka tak hanya memiliki pantai. Bangka kaya akan sejarah, terutama Kota Pangkal Pinang yang sudah berkembang sejak tahun 1757 saat Kesultanan Palembang membangun kota ini.

"Tambang timah di Pangkal Pinang sudah sejak masa itu. Lalu VOC mengembangkan pertambangan timah, kemudian Inggris. Tahun 1914, peralihan dari pemerintahan Inggris ke Belanda," tutur Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Pangkal Pinang Akhmad Elvian kepada Kompas.com di Pangkal Pinang, Jumat (4/5/2012).

Oleh karena itu, menurut Elvian, wisata sejarah menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata di Pangkal Pinang. Sebab, lanjutnya, terdapat 21 bangunan dan situs tua bersejarah di Pangkal Pinang.

"Ada gereja tua depan alun-alun yang menjadi titik nol. Lalu rumah residen pejabat Belanda dan Tamansari Wilhelmina di sebelahnya. Ini baru di sekitar alun-alun," jelasnya.

Sayangnya, potensi wisata sejarah ini belum tenar di kalangan wisatawan. Sebagai perbandingan, Elvian mengungkapkan data tahun lalu, lebih dari 700 wisatawan mancanegara yang datang ke Pangkal Pinang.

Angka ini relatif sedikit, mengingat orang Belanda senang melakukan "napak tilas" dan wisata sejarah di Indonesia. Apalagi, terdapat dua kerkhof (kuburan Belanda) di Pangkal Pinang. Pihak Disbudparpora Pangkal Pinang bahkan memiliki daftar lengkap nisan-nisan yang ada di kuburan tersebut, sehingga cocok untuk wisata ziarah bagi orang Belanda.

"Memang masih sedikit, karena kami baru mulai mempromosikan ini. Baru-baru ini kami kedatangan 15 travel agent dari Belanda untuk fam trip. Rencananya kami akan ikut Disbudpar provinsi untuk promosi ke Belanda," jelasnya.

Para biro perjalanan wisata dari Belanda yang diundang pemerintah daerah setempat sempat melakukan ziarah ke kuburan Belanda. Selain itu, kedatangan mereka juga dalam rangka membuat paket wisata sejarah di Pangkal Pinang.

Menurut pengamatan Kompas.com, kondisi kerkhof di Jalan Sekolah tidak terawat. Banyak batu-batu nisan tak bernama dan berlumut. Selain kawasan alun-alun merdeka yang sarat dengan situs bersejarah, wisata sejarah lainnya bisa di Museum Timah dan rumah-rumah peninggalan Belanda di Jalan Sanggul Dewa, Tamansari.

Editor: I Made Asdhiana

 

TERBARU
Internet
Kamis, 27 November 2014 14.43 WIB
Pengguna Internet Dunia Tembus 3 Miliar
Internet
Kamis, 27 November 2014 13.54 WIB
Pandi Luncurkan Penyingkat URL "S.id"
Gadget
Kamis, 27 November 2014 13.29 WIB
80 Persen Pengguna di Indonesia Pakai Smartphone Murah
e-Business
Kamis, 27 November 2014 13.10 WIB
Samsung Akan Beli Kembali Sahamnya Rp 24 Triliun
e-Business
TERPOPULER
Senin, 24 November 2014 08.12 WIB
Daftar Aplikasi Boros Baterai di Android
Jumat, 21 November 2014 15.34 WIB
Ini Alasan Lihat Ponsel Tidak Boleh Menunduk
Selasa, 25 November 2014 08.44 WIB
Sony Pictures Diretas dan Diperas
Senin, 24 November 2014 16.16 WIB
"Tongsis" Masuk 25 Penemuan Terbaik 2014
Selasa, 25 November 2014 17.44 WIB
Google Tunjuk Evercoss Garap Android One
Senin, 24 November 2014 07.43 WIB
Pengguna Internet Indonesia Nomor Enam Dunia
Jumat, 21 November 2014 10.50 WIB
Ingin 4G? Siap-siap Ganti Kartu
Senin, 24 November 2014 10.35 WIB
Ditemukan, Virus Komputer yang Beredar sejak 2008
Selasa, 25 November 2014 07.35 WIB
Bocoran Spesifikasi Tablet Xiaomi Rp 1 Jutaan